Villarreal vs Sevilla berakhir dengan skor 3-2 untuk tamu dalam pertandingan penuh gejolak di Estadio de la Cerámica pada Rabu (13/5/2026). Tuan rumah mendominasi babak pertama dan tercuri 2-0 berkat gol Gerard Moreno dan Georges Mikautadze, namun kelengahan defensif memungkinkan Sevilla mencetak tiga gol tanpa balas di babak kedua. Mula dari menit ke-36, Oso memotong keunggulan; lalu Kike Salas menyamakan di 45+2, sebelum Akor Adams melengkapi comeback spektakuler di menit 72.

Villarreal memulai laga dengan agresif, langsung menguasai permainan sejak peluit pertama. Dengan penguasaan bola 92 persen, anak asuh sang pelatih bermain dengan percaya diri—menekan Sevilla ke area belakang dan menciptakan peluang dengan mudah. Dalam hitungan menit, keunggulan sudah berdatangan. Menit ke-13, Gerard Moreno menerima umpan sempurna dari Mikautadze dan tanpa kesulitan menjebol gawang Sevilla untuk 1-0. Penyerang Villarreal ini menampilkan performa gemilang sepanjang laga—rating 7,9 membuat dia dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.

Foto: www.espn.com
Foto: www.espn.com

Momentum terus berpihak pada tuan rumah. Tujuh menit kemudian, di menit ke-20, Mikautadze sendiri mencetak gol kedua setelah menerima umpan dari Alberto Moleiro dari sayap. Dengan skor 2-0 dan kontrol bola mutlak, Villarreal tampak akan menang dengan mudah—shots on goal 4 dari 6 tembakan menunjukkan efisiensi mereka. Namun pertandingan berubah setelah Oso memecah kebuntuan Sevilla di menit 36, menyambut umpan dari Lucien Agoumé. Saat itu, pertahanan Villarreal mulai terlihat goyah.

Babak Kedua: Balik Badan Spektakuler Sevilla

Memasuki babak kedua, Sevilla bangkit dengan semangat baru. Tamu menunjukkan perubahan taktik yang signifikan—dengan 13 shots total dan 5 shots on goal, mereka menciptakan tekanan berkelanjutan meski hanya menguasai 82 persen bola. Menit ke-36 masih babak pertama, tapi momentum sudah berganti: Oso memanfaatkan kecolongan pertahanan Villarreal untuk menyamakan 2-1. Dua menit menjelang turun minum, Kike Salas mencuri bola dan menyambut cross Rubén Vargas untuk mencetak 2-2 yang menutup babak pertama dengan dramatika penuh.

Di babak kedua, Villarreal melakukan perubahan besar pada menit 60—Tajon Buchanan dan Thomas Partey memasuki lapangan menggantikan nama yang tidak tercatat, upaya untuk memperkuat lini tengah. Namun substitusi tersebut tidak cukup menahan tekanan Sevilla. Sebaliknya, tamu terus membangun momentum dengan dukungan dari Djibril Sow yang cemerlang di tengah lapangan (rating 7,5 dengan 1 assist). Menit ke-72 menjadi milik Sevilla sepenuhnya: Akor Adams menerima umpan akurat dari Sow dan menyelesaikan dengan tenang untuk 2-3 yang mengubah seluruh jalannya pertandingan.

Foto: www.youtube.com
Foto: www.youtube.com

Sevilla menjaga keunggulan tiga poin mereka hingga peluit akhir, meski Villarreal terus mencoba mencari penyamaan. Menit ke-81, Ayoze Pérez (yang masuk di menit 70) menerima kartu kuning karena pelanggaran. Pergantian pemain terus berlanjut di kedua sisi untuk mengatur ritme—Santi Comesaña dan Oso tetap menjadi ancaman nyata untuk Villarreal hingga akhir, sementara Nemanja Gudelj dan pemain-pemain Sevilla lainnya memperkuat pertahanan untuk mengamankan keunggulan.

Statistik pertandingan menunjukkan kontras menarik: Villarreal mendominasi penguasaan bola (92 persen) dan corners (6-4), namun Sevilla lebih efisien dalam menyelesaikan peluang. Tamu melakukan 13 tembakan versus 6 milik tuan rumah, dan mengubah 3 dari 5 shots on goal mereka menjadi gol—tingkat konversi luar biasa dibanding 4 shots on goal Villarreal yang hanya menghasilkan 2 gol. Pertahanan Villarreal, meski dengan dominasi pemain, gagal menjaga disiplin—11 pelanggaran versus 9 milik Sevilla menunjukkan frustrasi mereka tumbuh seiring pertandingan berjalan.

Oso (rating 7,6) tampil brilian untuk Sevilla dengan 2 shots on goal dan 1 gol, menjadi kontribusi nyata di serang. Sementara itu, Djibril Sow (rating 7,5) adalah pemain berperan besar di lini tengah dengan 1 assist untuk gol penentu Adams. Kedua pemain ini menjadi tulang punggung comeback dramatis Sevilla yang membalikkan keadaan dari 0-2 menjadi 3-2 hanya dalam 36 menit waktu pertandingan.

Hasil ini memberikan dampak signifikan untuk kedua tim jelang pertandingan terakhir musim regular. Villarreal, meski mendominasi statisitik dan bermain dengan kontrol superior, harus menerima kekalahan pahit akibat ketidakdisiplinan defensif di babak kedua. Sebaliknya, Sevilla membuktikan bahwa semangat dan efisiensi dapat mengalahkan dominasi permainan, dengan comeback kemenangan yang akan meningkatkan kepercayaan diri menjelang sisa musim. Laga ini menjadi pengingat bahwa di sepak bola, 90 menit penuh penuh kejutan—dan tidak ada keunggulan yang pasti sampai peluit akhir berbunyi.