Miami Gardens — Uruguay vs Cape Verde Islands berakhir imbang 2-2 di Hard Rock Stadium, sebuah hasil yang mengubah dinamika Grup H Piala Dunia 2026. Timnas La Celeste, yang dijagokan 72 persen menang sebelum pertandingan, malah tercemar gol pertama turnamen dari negara kepulauan dengan populasi 525 ribu jiwa itu. Pertandingan di babak kedua menjadi saksi bagaimana Uruguay, dengan dominasi penuh, gagal mengamankan tiga poin meski sempat unggul 2-1 menjelang istirahat.
Babak pertama milik Uruguay sepenuhnya dalam hal statistik. Skuad anak asuh Marcelo Bielsa menguasai 66 persen dari penguasaan bola, menciptakan 11 tendangan sudut, dan melepaskan 16 tembakan. Namun bola-bola itu tidak semua mengarah ke gawang. Sayangnya, Cape Verde Islands menjadi brutal dalam finishing. Kevin Lenini mencetak gol pembuka di menit ke-21, mengejutkan para penonton di kandang Uruguay. Respons cepat datang saat Maximiliano Araújo menyamakan kedudukan di menit ke-44, lalu dua menit sebelum istirahat, Agustín Canobbio membobol gawang Cape Verde untuk membuat skor 2-1.

Araújo menjadi pemain terbaik di lapangan dengan rating 7.9, mengemas satu gol dan satu assist dalam 81 menit bermain. Performa gemilang winger Uruguay itu tidak cukup untuk membawa kemenangan. Babak kedua bercerita lain. Cape Verde Islands keluar dengan taktik berbeda setelah pelatih melakukan tiga substitusi bersamaan di menit ke-58. Gaya bermain mereka lebih agresif dan terorganisir. Di menit ke-61, Hélio Varela menyamakan kedudukan 2-2, sebuah gol yang diproduksi dari kerja keras di lini pertahanan Uruguay yang tampak lelah. Video Assistant Referee bahkan membatalkan gol Araújo di menit ke-68 atas dasar offside, membuktikan ketajaman Cape Verde dalam memanfaatkan setiap peluang dan kesalahan Uruguay.
Mathías Olivera melakukan kesalahan fatal di area pertahanan, kehilangan konsentrasi pada momen kritis ketika Cape Verde Islands membangun momentum di babak kedua. Dengan penguasaan bola hanya 34 persen, tim tamu itu menunjukkan efisiensi luar biasa — 2 dari 7 tembakan mereka menjadi gol, sementara Uruguay hanya mengkonversi 2 dari 16 tembakan. Lenini dan Varela, dua nama yang akan diingat selamanya dalam sejarah bola Cape Verde Islands, menjadi pembuka jalan menuju pencapaian historis.
Klasemen Grup H kini menjadi sangat terbuka dengan sisa satu pertandingan. Tidak ada tim yang telah mengamankan lokasi babak selanjutnya. Tiga poin memisahkan posisi teratas dari terbawah, dan setiap laga terakhir akan menentukan siapa yang melanjutkan perjalanan. Uruguay, Spain, Cape Verde Islands, dan Saudi Arabia masih memiliki kesempatan untuk lolos atau tersingkir. Pertandingan imbang ini membuktikan bahwa di ajang terbesar sepak bola dunia, tidak ada lawan yang dapat dianggap remeh — sebuah pelajaran berharga bagi La Celeste sebelum menghadapi duel pamungkas mereka.
