Udinese menang 2-0 atas Torino di Bluenergy Stadium, Sabtu (2/5/2026), dalam lanjutan pekan ke-35 Serie A. Dua gol dari Kingsley Ehizibue di menit 45+1 dan Thomas Kristensen di menit 51 cukup untuk membawa Friulani meraih kemenangan meyakinkan. Pertandingan yang berlangsung di markas tuan rumah ini menampilkan dominasi Udinese yang tidak tertandingi, meski Torino sempat menghadirkan ancaman di beberapa momen.

Laga dimulai dengan Udinese langsung menunjukkan intensitas tinggi. Pada menit ke-22, Nicolò Zaniolo sempat merayakan gol, namun VAR memutuskan bola sudah melampaui garis offside—keputusan yang tepat menurut analisis replay. Keunggulan penguasaan bola 53 persen membuat Udinese terus menciptakan peluang, sementara Torino bermain defensif dan menunggu kesempatan dari serangan balik.

Serie A: Udinese vs Torino
Serie A: Udinese vs Torino

Jalannya Pertandingan

Babak pertama berlangsung sengit di zona tengah lapangan. Udinese mencoba berbagai kombinasi passing dari sisi kanan dan kiri, dengan Ehizibue menjadi outlet penting di lini pertahanan. Pertahanan Torino tetap solid hingga akhir babak, meski sering dikurung di sepertiga lapangan mereka. Tepat sebelum istirahat, Ehizibue memanfaatkan kelemahan pertahanan tamu dan menjebol gawang Alberto Paleari tanpa hambatan. Pukulan tersebut mengakhiri babak pertama dengan Udinese unggul 1-0.

Udinese tak puas dengan satu gol. Enam menit setelah istirahat, menit ke-51, Thomas Kristensen menerima umpan presisi dari Lennon Miller di dalam kotak penalti dan dengan tenang mengimbangi badannya sebelum menyelesaikan dengan sempurna melampaui Paleari. Kristensen, pemain kunci di pertahanan Udinese yang mampu maju ke zona serangan, menunjukkan finishing yang licin untuk ukuran seorang defender. Dua gol dalam enam menit babak kedua praktis mengubur peluang Torino untuk bangkit.

Pelatih Udinese kemudian mulai melakukan rotasi skuad untuk menjaga kondisi pemain dan menutup celah pertahanan. Christian Kabasele menerima kartu kuning di menit 46, sementara Rafael Obrador dari Torino juga ditegur wasit di menit 49 karena holding. Substitusi mulai berdatangan dari menit ke-57, ketika Torino mengganti Sandro Kulenović dan Matteo Prati dengan Emirhan İlkhan dan Cesare Casadei untuk mencoba membuka pertahanan Udinese. Namun, perubahan itu tidak mampu menghasilkan sesuatu yang bermakna di depan gawang.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Memasuki fase akhir pertandingan, Udinese menambah substitusi di menit ke-69, 70, 76, dan 83 untuk memberikan istirahat kepada pemain-pemain yang telah bekerja keras. Kingsley Ehizibue, pencetak gol pembuka, diganti Oier Zarraga, sementara Adam Buksa menggantikan Idrissa Gueye. Kabasele juga turun dan diganti Branimir Mlačić di menit ke-76. Meski permainan Udinese agak melonggar di fase akhir, Torino tidak mampu menciptakan peluang nyata. Paleari hanya perlu menahan satu percobaan dari Udinese sepanjang laga, mencerminkan dominasi Bianconeri yang menyeluruh.

Statistik pertandingan berbicara jelas tentang bagaimana jalannya laga. Udinese melakukan 18 tembakan dengan 8 di antaranya tepat sasaran, mengontrol 53 persen penguasaan bola, dan mendapatkan empat sudut. Sebaliknya, Torino hanya mampu melakukan 10 tembakan dengan hanya satu yang tepat sasaran. Torino malah melakukan 17 pelanggaran dibanding 11 oleh Udinese, menunjukkan Granata terus-menerus berusaha menekan serangan lawan melalui faul yang agak kasar.

Oumar Solet dari Udinese dinobatkan sebagai pemain terbaik di lapangan dengan rating 8.3. Defender berpostur kokoh ini tampil authoritative di lini belakang, melakukan 2 tembakan dengan 1 di antaranya tepat sasaran dalam 94 menit bermain. Kingsley Ehizibue, yang mencetak gol pertama, juga mengesankan dengan rating 8.0—penyerang atau pemain sayap yang berhasil memanfaatkan ruang kosong dengan baik sebelum diganti di pertengahan babak kedua. Dari sisi Torino, Alberto Paleari berusaha sebaik mungkin dengan rating 7.9, meskipun tidak banyak memiliki kesempatan untuk bersinar mengingat domeinnya jarang terancam serius.

Kemenangan ini membawa Udinese semakin menjauh dari zona degradasi dan memperkuat posisi mereka di peringkat 11 dengan total 47 poin. Sementara Torino, yang sempat diharapkan hadir dengan tren panas seperti diulas di preview sebelumnya, harus puas dengan hasil ini dan tetap berada di posisi mereka. Laga depan akan menentukan apakah momentum ini dapat dipertahankan Friulani atau sekadar sesaat dalam perjalanan menuju akhir musim yang masih menyisakan beberapa putaran.