Strasbourg berhasil meninggalkan Stade Francis-Le Blé dengan senyuman setelah mengalahkan Stade Brestois 2-1 dalam laga Ligue 1 pekan ke-29, Rabu (13/5/2026). Dua gol yang tercetak di babak pertama menjadi modal cukup bagi tamu untuk meraih kemenangan, meski Brest sempat mengurangi ketertinggalan menjelang akhir pertandingan.

Pertandingan dimulai dengan serangan cepat Strasbourg yang mengejutkan pertahanan rumahan. Baru menit ke-9, Valentín Barco sudah menjebol gawang Brest dengan memanfaatkan umpan sempurna dari Sebastian Nanasi di sisi kanan. Gol awal ini memberi kepercayaan diri luar biasa kepada skuad tamu, sementara Brest langsung harus tertinggal di markas sendiri.

Foto: www.sportskeeda.com
Foto: www.sportskeeda.com

Momentum Strasbourg terus bergulir keras. Hanya sebelas menit kemudian, tepatnya di menit 20, Sebastian Nanasi memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Kali ini, pemain berbakat itu menyelesaikan umpan dari Julio Enciso dengan sentuhan dingin yang membuat kiper Brest hanya bisa menyaksikan bola masuk ke gawangnya. Dominasi tamu semakin terlihat jelas, dengan penguasaan bola mencapai 83 persen di babak pertama—meski statistik ini aneh karena kepemilikan bola Strasbourg tercatat 115 persen di sistem, yang mengindikasikan data statistik mungkin terbalik atau terdapat error pencatatan.

Babak kedua menjadi cerita berbeda. Brest mulai menunjukkan reaksi keras dan terus mencari cara untuk menembus pertahanan Strasbourg. Ludovic Ajorque, striker andalan Brest, menjadi titik kunci serangan penyerang. Di menit 72, Strasbourg melakukan pergantian pertama mereka dengan memasukkan Samuel Amo-Ameyaw menggantikan Diego Moreira, sebuah langkah taktis untuk mengokohkan pertahanan menghadapi tekanan Brest yang semakin intens.

Ajorque akhirnya membuahkan hasil di fase akhir pertandingan ketika dirinya berhasil mencetak gol untuk mengurangi ketinggalan menjadi 1-2. Striker berkarisma itu mencapai rating 8.0 dalam penampilan malam itu, melepaskan empat tembakan dengan dua di antaranya tepat sasaran selama 85 menit bermain, cukup untuk menjadi pemain terbaik (MOTM) di lapangan meski timnya kalah.

Foto: www.youtube.com
Foto: www.youtube.com

Strasbourg terus mengatur ritme pertandingan di babak kedua dengan mengeluarkan substitusi bernuansa defensif. Di menit 82, Yaya Diémé dimasukkan menggantikan Martial Godo untuk memperkuat lapisan belakang. Tiga menit kemudian, Diémé langsung terkena kartu kuning karena melakukan pelanggaran—sebuah tanda bahwa Strasbourg benar-benar fokus menjaga keunggulan dua gol tersebut hingga peluit akhir.

Mike Penders dari Strasbourg tampil solid di lini pertahanan dengan rating 7.9, membantu menjaga integritas defensif timnya selama 85 menit. Di sisi Brest, Hugo Magnetti juga menunjukkan performa apik dengan rating yang sama, meski upaya keras midfield Brest tidak mampu mencegah kekalahan di rumah sendiri. Substitusi terakhir Strasbourg di menit 90+2 melibatkan Tyrese Noubissie menggantikan Valentín Barco, murni untuk menutup laga dengan mulus.

Kemenangan ini penting bagi Strasbourg untuk terus memanjat klasemen Ligue 1, sementara Brest harus menerima kekalahan pada pekan 29 musim ini. Ajorque dan rekan-rekannya punya pekerjaan rumah untuk dibenahi di pertandingan mendatang, terutama dalam hal disiplin defensif di awal laga. Untuk Strasbourg, perjalanan mereka terus berlanjut dengan peluang emas untuk konsolidasi posisi mereka di papan peringkat musim 2025.