San Diego FC dan FC Cincinnati menghadirkan pertunjukan sepak bola yang memukau namun frustasi di Snapdragon Stadium pada Minggu malam. Kedua tim harus puas berbagi poin dengan skor imbang 3-3 setelah laga penuh dramatika yang melihat pergantian kepemimpinan berkali-kali dan gol terlambat di akhir pertandingan yang membuat penonton terguncang.

Tamu lebih dulu mengguncang pertahanan San Diego lewat Kenji Mboma Dem di menit ke-11. Penyerang FC Cincinnati itu memanfaatkan umpan presisi Evander dari sayap untuk menjebol gawang tuan rumah. San Diego sempat tertinggal, namun Marcus Ingvartsen dengan cepat menyamakan kedudukan di menit 32 setelah menerima bola dari Kieran Sargeant. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 1-1 yang cukup adil mengingat intensitas permainan kedua belah pihak.

Major League Soccer: San Diego vs FC Cincinnati
Major League Soccer: San Diego vs FC Cincinnati

Awal babak kedua menjadi momentum emas FC Cincinnati. Hanya 50 menit pertandingan, Tom Barlow berhasil membobol jala San Diego untuk membuat skor menjadi 1-2. Gol itu tercipta dari asuhan Evander lagi, pemain yang terus menjadi ancaman dari lini tengah Cincinnati. Namun kepemimpinan tamu tidak bertahan lama. Di menit 66, Amahl Pellegrino menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat umpan sempurna Pedro Soma yang baru masuk sebagai pengganti di awal babak kedua.

Laga semakin memanas dengan penyelesaian kontroversial. David Vazquez menerima kartu kuning di menit 54 atas insiden kekerasan, sementara di ujung pertandingan Obinna Nwobodo dan Tom Barlow juga tercatat mendapat kartu kuning di menit 87 dan 90. Suasana tegang itu mencapai puncaknya di injury time ketika pertandingan mengalami pergantian gol yang dramatis. Marcus Ingvartsen kembali mencetak untuk membuat San Diego unggul 3-2 di menit 90+6 lewat umpan Anisse Saidi. Namun hanya dua menit kemudian, Tom Barlow mencetak gol penyama akhir untuk Cincinnati berkat assist Ayoub Jabbari di menit 90+8, menutup pertandingan dengan skor final 3-3.

Evander menjadi pemain terbaik di lapangan dengan rating 8.6 dan dua assist yang membuat Cincinnati tetap berbahaya sepanjang laga. Pemain berkualitas dari tim tamu itu sempat menguasai pertandingan dengan dua peluang yang presisi. Sementara itu, Marcus Ingvartsen mencuri sorotan dengan dua gol untuk San Diego (rating 8.2), menunjukkan ketajaman depan yang konsisten meski timnya gagal meraih kemenangan. Tom Barlow juga mengesankan sebagai impact player dengan dua gol dalam waktu singkat setelah masuk (rating 8.0).

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Statistik menunjukkan San Diego mendominasi dengan 87 persen penguasaan bola dan enam tembakan on-target, namun FC Cincinnati memanfaatkan peluang mereka dengan jauh lebih efisien. Tamu mencatat 16 tembakan total dengan lima on-target, sebuah performa yang menunjukkan klinikalitas di depan gawang meski penguasaan bola minimal. Kedua tim juga membiayai pertandingan dengan multiple substitutions di babak kedua, menunjukkan upaya manajer untuk mengubah dinamika laga yang sulit dikendalikan.

Hasil imbang ini mencerminkan keseimbangan antara dominasi permainan San Diego dan efisiensi serangan FC Cincinnati. Kedua tim meninggalkan Snapdragon Stadium dengan perasaan campur—setiap pihak merasa bisa meraih kemenangan penuh namun dipaksa berbagi poin di pertandingan yang membuktikan volatilitas MLS di musim 2026.