Córdoba — Sejarah terukir indah bagi Belgrano de Córdoba. Klub asal kota ketiga Argentina itu meraih gelar juara nasional pertama dalam sejarah panjang organisasinya setelah mengatasi River Plate dengan skor 3-2 dalam laga final Torneo Apertura 2026 di Stadion Mario Alberto Kempes, Minggu (24/5/2026).

Pertandingan berlangsung penuh drama dan pergantian momentum. River Plate memulai dengan dominasi lapangan, unggul 2-1 memasuki babak kedua, namun Belgrano menampilkan perlawanan heroik dengan dua gol di 15 menit terakhir untuk mengubah skor dan merebut trofi impian mereka.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Menit ke-18, River Plate menggebrak terlebih dulu. Facundo Colidio menjebol gawang lewat umpan presisi dari Tomás Galván, memberikan Millonarios keunggulan 1-0. Namun kegembiraan tidak berlangsung lama. Delapan menit kemudian, Leonardo Morales menyamakan kedudukan untuk Belgrano dengan bantuan Lucas Zelarayán di menit 26, mengembalikan paritas menjadi 1-1.

River Plate kembali unggul di babak kedua. Menit ke-60, Tomás Galván menjebol gawang lagi dengan verifikasi dari Facundo Colidio sendiri, membuat skor berubah 2-1 untuk tim tamu. Dengan penguasaan bola 62 persen, River Plate terlihat mengontrol jalannya laga dan tampak siap merebut trofi.

Namun, Belgrano tidak menyerah. Substitusi mulai berubah menjadi kunci taktis. Di menit 85, Nicolás Fernández mencetak gol dari titik putih setelah pemain River Plate melakukan pelanggaran di kotak penalti, menyamakan skor 2-2. Impetus itu terus berlanjut. Hanya tiga menit kemudian, di menit 88, Fernández kembali menambah gol dengan umpan dari Franco Vázquez, membuat skor berubah menjadi 3-2 untuk Belgrano.

Foto: www.reutersconnect.com
Foto: www.reutersconnect.com

Bergejolak menit-menit penutup laga. River Plate menerima kartu merah di injury time (menit 90+1), semakin memperumit situasi mereka dalam mencari gol penyamaan. Belgrano berhasil bertahan hingga pita putih berkumandang, merayakan kemudahan mendapatkan gelar juara primera divisi pertama dalam sejarah 128 tahun klub mereka.

Tomás Galván dicatat sebagai pemain terbaik pertandingan dengan rating 8,7 setelah mencatat satu gol dan satu asisten dalam 89 menit bermain. Sementara Nicolás Fernández, meski hanya bermain 14 menit, meninggalkan kesan mendalam dengan dua gol yang memastikan trofi untuk Belgrano. Facundo Colidio juga tampil gemilang dengan rating 7,3 termasuk satu gol dan satu asisten.

Kemenangan dramatis ini mengubah lanskap sepak bola Argentina. Belgrano, yang sebelumnya tidak pernah meraih trofi nasional utama, kini duduk di puncak. River Plate harus menelan kekalahan pahit dalam laga final Apertura meski sempat unggul, menutup chapter musim dengan tangan hampa di markas Mario Alberto Kempes, Córdoba.