Buenos Aires — Atletico Tucuman mengakhiri rekor kelam 15 tahun di Estadio Mas Monumental dengan meraih kemenangan dramatis 1-0 atas River Plate pada pertandingan pekan kesembilan Torneo Apertura 2026. Gol tunggal Renzo Tesuri di menit 19 cukup untuk membuat tamu keluar sebagai pemenang dari markas tuan rumah yang terasa rapuh.

Kejutan ini menjadi tonggak bersejarah bagi skuad tamu, yang selama ini selalu gagal meraih poin di kandang River Plate. Meski mendominasi penguasaan bola 134 persen dan menciptakan 19 tembakan, River Plate tidak mampu mengubah dominasi tersebut menjadi gol, sementara Atletico Tucuman memanfaatkan momen terbatas mereka dengan efisien.

River Plate 0 vs. 1 Atletico Tucuman - Game Highlights | #TorneoApertura2026
River Plate 0 vs. 1 Atletico Tucuman - Game Highlights | #TorneoApertura2026

Babak Pertama: Kejutan Cepat Atletico Tucuman

Pertandingan baru berjalan 19 menit ketika Atletico Tucuman mencuri keunggulan. Maximiliano Villa mengirimkan umpan presisi dari sayap kanan kepada Renzo Tesuri, yang dengan tenang menjebol gawang River Plate. Gol awal ini langsung mengubah dinamika permainan dan membuat tuan rumah harus mencari cara untuk menyamakan kedudukan.

River Plate kemudian berusaha membalas dengan serangan bertubi-tubi. Dengan 134 persen penguasaan bola — angka yang mencerminkan kontrol dominan — anak asuh Eduardo Coudet menciptakan peluang demi peluang, namun sentuhan akhir selalu gagal. Hanya empat dari 19 tembakan mereka berhasil mengarah ke gawang, menunjukkan ketidaefisienan finishing yang menjadi mimpi buruk tuan rumah.

Pada menit 42, Leonel Vega dari Atletico Tucuman menerima kartu kuning, tanda bahwa tamu harus lebih hati-hati di sisa pertandingan. Babak pertama berakhir dengan River Plate masih tertinggal 0-1, sementara pelatih Coudet sudah mempersiapkan strategi penyesuaian untuk babak kedua.

Foto: www.youtube.com
Foto: www.youtube.com

Babak Kedua: Upaya Sia-sia River Plate

Memasuki babak kedua, Coudet langsung melakukan rotasi masif. Sebanyak tiga pemain dilepas sekaligus di menit 46: Ian Subiabre, Agustín Ruberto, dan Maxi Meza dikeluar untuk memberikan nafas segar. Kendry Páez, Maximiliano Salas, dan Lautaro Pereyra masuk mencoba menambah daya serang.

Menit 53, Lautaro Agustin Godoy dari Atletico Tucuman juga mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran. River Plate terus menekan dengan enam corner dalam pertandingan ini, tetapi pertahanan Atletico Tucuman terorganisir dengan baik. Menit 65, Tomás Galván dimasukkan untuk menambah bobot di lini tengah River Plate, namun upaya ini pun tidak membuahkan hasil konkret.

Atletico Tucuman mulai melakukan penggantian pemain di menit 68 dengan memasukkan Gastón Suso. Menit 80, Renzo Tesuri — pencetak gol mereka — dilepas untuk memberikan istirahat kepada pemain kunci. Kendry Páez dari River Plate menerima kartu kuning di menit 88 setelah melakukan pelanggaran, menambah kesulitan tuan rumah. Hingga peluit akhir di menit 90+7, ketika Marcos Acuña juga mendapat kartu kuning, River Plate tetap gagal menembus pertahanan tamu.

Renzo Tesuri dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan dengan rating 7.9. Penyerang Atletico Tucuman ini berhasil menciptakan gol emas sekaligus menyelesaikan 80 menit pertandingan dengan solid. Clever Ferreira dari Atletico Tucuman juga tampil mengesankan dengan rating 7.7 meski bermain di lini pertahanan, sementara Tomás Galván dari River Plate yang masuk di babak kedua mencatat rating 7.5 dari waktu bermainnya yang terbatas.

Seperti dilaporkan Bola.net, kekalahan ini menunjukkan performa lini belakang River Plate yang menjadi sorotan tajam di pekan ini. Manajer Coudet kemudian meminta dukungan dari suporter sambil meminta maaf atas penampilan yang mengecewakan saat laga berlangsung. Bagi Atletico Tucuman, kemenangan ini adalah pencapaian bersejarah yang menutup rentang 15 tahun tanpa kemenangan di Stadion Monumental, menandai era baru bagi klub tamu.

Hasil ini memukul aspirasi River Plate di pekan kesembilan Torneo Apertura, sementara Atletico Tucuman keluar sebagai pemenang moral yang layak atas dominasi tuan rumah. Kedua tim akan segera fokus ke pertandingan berikutnya dengan pemahaman baru tentang kekuatan dan kelemahan mereka masing-masing.