Toronto – Portugal memastikan tiket babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengatasi Kroasia dengan skor 2-1 dalam duel keras di BMO Field, Jumat (3 Juli 2026). Pertandingan di fase gugur ini menjadi penuh drama berkat sejumlah keputusan VAR kontroversial, termasuk gol Joško Gvardiol yang dianulir pada masa perpanjangan waktu.
Kroasia memulai kuat dan berhasil membuka skor lebih dulu melalui Ivan Perišić pada menit ke-53. Pemain sayap itu mencetak gol dengan mengeksekusi sepakan yang presisi, menggunakan kesempatan emas yang tercipta dari permainan pasca-break. Dengan penguasaan bola mencapai 60%, Kroasia mendominasi jalannya pertandingan di babak kedua awal. Namun performa defensive Portugal mulai meningkat seiring masuknya substitusi di menit ke-62, ketika Vitinha, Pedro Neto, Bruno Fernandes, dan João Cancelo berganti untuk menambah tenaga di garis tengah.

Momentum berubah ketika wasit menunjuk spot keras pada menit ke-68 usai terjadi pelanggaran di kotak penalti Kroasia. Cristiano Ronaldo, kapten Portugal berusia 41 tahun, dengan tenang melangkah ke titik putih dan berhasil mengeksekusi penalti dengan sempurna, menyamakan kedudukan 1-1. Menit ke-61 sebelumnya, gol Ronaldo sempat dianulir karena offside, namun kali ini legenda Real Madrid itu tidak beri kesempatan—tendangannya menembus sudut kanan gawang dengan presisi.
Dramatisasi terus berlanjut memasuki masa perpanjangan. Kroasia hampir membalikkan skor ketika Petar Sučić menjebol gawang Portugal di menit ke-81, tetapi wasit VAR kembali membatalkannya karena offside. Euforia tim tamu itu sirna, dan momentum penuh beralih ke Portugal. Pada menit ke-90+4, Gonçalo Ramos mengakhiri pertandingan dengan mencetak gol kedua Portugal. Striker berusia 22 tahun itu menerima umpan dari Rafael Leão dan berhasil menggila mendekat, menyelesaikan dengan eksekusi dingin yang meninggalkan kiper Kroasia terkapar.
Kontroversi VAR mencapai puncaknya pada menit ke-90+13 ketika Joško Gvardiol tampak mencetak gol penyamaan bagi Kroasia, tetapi perangkat teknologi mendeteksi posisi offside pemain tersebut dengan margin yang amat minimal. Keputusan ini dipicu oleh teknologi sensor dalam bola modern, yang memungkinkan VAR melakukan pengecekan dengan akurasi hingga sentimeter. Meskipun Kroasia merasa dirugikan, keputusan tersebut telah final.

Bintang pertandingan jatuh pada Ivan Perišić (rating 8.3), yang tampil agresif sepanjang 106 menit bermain dan mencetak satu-satunya gol pembuka Kroasia. Gonçalo Ramos (7.9) juga menonjol dengan gol penentu, sementara Nuno Mendes (7.7) memberikan kontribusi defensif solid untuk Portugal. Di sisi Kroasia, Luka Modrić menerima kartu kuning pada menit ke-59 karena tripping, sementara Rúben Dias (Portugal) lebih dulu dikasih peringatan di menit ke-17 atas elbowing.
Kemenangan ini membawa Portugal melaju ke babak 16 besar dengan semangat tinggi, meski tantangan di depan masih menghadang—termasuk kemungkinan bertemu Spanyol atau tim kuat lainnya. Kroasia, meski kalah, telah membuktikan diri sebagai pesaing tangguh dengan performa yang kompetitif hingga akhir pertandingan. Pelatih Zlatko Dalić akan mengevaluasi laga ini untuk putaran berikutnya, sementara Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan mengapa pengalaman internasionalnya tetap relevan di level tertinggi Piala Dunia.