Persib Bandung mengalahkan Persija Jakarta 2-1 di Stadion Bung Karno, Jakarta, Minggu (10/5/2026). Dalam pertandingan yang dipenuhi tensi tinggi di markas Pangeran Biru, Maung Bandung membuktikan kehidupan mereka dengan comeback dramatis setelah tertinggal lebih dulu. Kemenangan ini mengamankan posisi Persib sebagai salah satu wakil Indonesia di kompetisi Asia musim depan, sementara Persija harus menerima kenyataan pahit gagal finis dua besar.

Persija memulai dengan agresif dan membuka keunggulan di menit ke-19 melalui Alaeddine Ajaray. Penyerang asal Tunisia itu menyambut umpan presisi dari Fábio Calonego di area penalti dan tidak memberi kesempatan kepada kiper Persib untuk bereaksi. Gol pertama itu membuat Jakmania yang memenuhi stadion merasa optimis, mengira pertandingan akan berjalan sesuai rencana dengan dominasi di lapangan.

Foto: metrotvnews.com
Foto: metrotvnews.com

Namun optimisme itu hanya bertahan sembilan menit. Adam Alis Setyano menyamakan kedudukan di menit 28 tanpa bantuan asisten. Penyerang muda Persib itu bergerak cepat di dalam kotak penalti dan berhasil menjebol gawang dengan eksekusi yang tenang. Momentum berganti sepenuhnya ketika Setyano mencetak gol keduanya di menit 37, kali ini setelah menerima umpan sempurna dari T. Haye dari sisi kanan. Persib berhasil balik unggul 2-1 menjelang istirahat, mengubah narasi pertandingan secara keseluruhan.

Jalannya Pertandingan

Babak pertama berjalan penuh dramatika dengan dua gol Persib dalam waktu singkat mengguncang kepercayaan diri Persija. Meskipun Persija mendominasi penguasaan bola dengan 76 persen, mereka hanya mampu menghasilkan dua tembakan tepat sasaran dari tiga usaha. Pernyataan Fábio Calonego pasca-laga menangkap esensi pertandingan dengan sempurna—secara keseluruhan permainan Persija lebih menguasai, tetapi tidak efektif dalam menyiapkan peluang berkualitas. Sementara itu, Persib justru memaksimalkan setiap kesempatan yang tercipta dengan penyelesaian yang rapi.

Babak kedua menjadi pertarungan kontrol versus akselerasi. Persib, yang kini memiliki keunggulan dua gol, bermain lebih sabar dan mengatur tempo. Persija terus mencari gol penyeimbang tetapi tidak pernah benar-benar mengancam kiper Persib. Pertandingan menjadi semakin panas dengan beberapa pemain menerima kartu kuning—Alaeddine Ajaray di menit 43, Luciano Guaycochea di menit 50, dan Federico Barba di menit 65. Kedua tim melakukan substitusi masif mulai menit 62 untuk menjaga momentum dan mengantisipasi kondisi pemain.

Foto: jawapos.com
Foto: jawapos.com

Persij melakukan beberapa pergantian untuk memperkuat serangan, termasuk memasukkan Gustavo di menit 64 untuk menambah tenaga di lini depan. Namun strategi tersebut tidak membawa hasil signifikan. Persib, di sisi lain, terus mengelola pertandingan dengan bijak, melakukan lima substitusi sepanjang pertandingan untuk menjaga kesegaran fisik. Gol ketiga tidak tercipta, dan pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk keuntungan Maung Bandung.

Statistik menunjukkan Persib lebih efisien dalam penyelesaian. Meski Persija unggul dalam penguasaan bola, Persib menghasilkan 14 tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran, jauh melampaui tiga tembakan Persija dengan dua akurat. Persib juga mencuri lima peluang corner dibanding Persija yang hanya satu, mencerminkan dominasi mereka di babak kedua meskipun bola lebih banyak di kaki Pangeran Biru.

Kemenangan ini membawa implikasi besar untuk struktur kompetisi Asia musim depan. Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda resmi menjadi wakil Indonesia di kompetisi Asia 2026/2027 setelah Persija gagal mengamankan posisi dua besar akhir musim. Sementara itu, kabar duka datang dari tim tamu dengan cedera hamstring yang dialami Layvin Kurzawa, memaksanya mengakhiri musim lebih awal. Meski begitu, pencapaian Maung Bandung amankan target mereka melalui performa konsisten di sepanjang musim.