Zwolle — Feyenoord merayakan penutupan musim Eredivisie dengan performa meyakinkan, mengalahkan tuan rumah PEC Zwolle dengan skor 2-0 di MAC³PARK Stadion, Minggu (17 Mei 2026). Meski pertandingan ini tidak lagi menentukan posisi klasemen akhir, dua gol dari Anis Hadj Moussa di menit ke-79 dan 87 membuktikan bahwa skuad anak asuh Robin van Persie masih memiliki tajam di depan menjelang kompetisi musim depan.
Pertandingan yang berlangsung di babak regular season ke-34 ini didomisasi penuh oleh tamunya. Feyenoord menguasai bola sebesar 95 persen sepanjang 90 menit, sebuah angka astronomi yang mencerminkan kontrol penuh tim dari Rotterdam. Di sisi sebaliknya, PEC Zwolle dipaksa berperan sebagai tim yang pasif, hanya mengandalkan counter attack sesekali tanpa mampu menciptakan peluang nyata untuk mengancam gawang Timon Wellenreuther.

Jalannya Pertandingan
Babak pertama berlangsung tanpa gol meski Feyenoord terus menciptakan dominasi. Dengan 12 tendangan corner dan 22 total tendangan, The Reds mengalami kesulitan untuk menembus pertahanan PEC Zwolle yang rapat. Hingga istirahat, skuad Rotterdam baru berhasil menghasilkan delapan tendangan on target, padahal dari segi penguasaan bola mereka sudah mengungguli jauh. PEC Zwolle, di bawah tekanan, hanya bisa menghasilkan satu tendangan on target dari tujuh total percobaan. Duke Verduin, pemain terbaik PEC Zwolle malam ini dengan rating 8,3, bekerja keras di belakang untuk menekan ambisi ofensif tamunya.
Perubahan signifikan datang ketika Feyenoord membuat substitusi masif di menit ke-61. Gijs Smal dan Mats Deijl dimasukkan untuk memperkuat lini kiri, sementara pada menit ke-72 Gaoussou Diarra dan Sem Steijn turut dimainkan untuk menambah agresivitas di garis depan. Perubahan ini segera memberikan efek nyata dalam permainan Feyenoord, yang mulai menemukan celah-celah pertahanan lawan dengan lebih konsisten.
Menit ke-79 menjadi titik balik pertandingan. Gijs Smal, salah satu pemain substitusi, mengirimkan umpan dari sayap kiri yang sempurna untuk Anis Hadj Moussa. Penyerang berusia muda itu tidak menyia-nyiakan kesempatan, menjebol gawang dengan finishing yang tenang dan presisi. Saat itu skor berubah menjadi 0-1 untuk Feyenoord. Hadj Moussa, yang sejak awal pertandingan sudah menunjukkan aktivitas tinggi dengan tiga total tendangan, kini semakin berbahaya.

Delapan menit kemudian, Hadj Moussa kembali muncul sebagai aktor utama. Setelah menerima umpan dari Luciano Valente, penyerang Feyenoord itu melepaskan tendangannya dan berhasil menambah keunggulan menjadi 0-2 di menit ke-87. Dua gol dalam waktu singkat memastikan Feyenoord tak terkejar lagi, dan PEC Zwolle resmi menjalani akhir musim yang pahit. Subyek rating 9,0, Hadj Moussa memainkan 89 menit penuh dengan produktivitas yang mengesankan — dua gol dari tiga tendangan, dua di antaranya on target.
Selama laga berlangsung, Feyenoord mengeluarkan tiga substitusi tambahan untuk memanajemen tenaga jelang musim depan, termasuk Shaqueel van Persie di menit ke-89. Sementara PEC Zwolle juga melakukan rotasi dengan memasukkan Thomas Buitink (menit 65) dan Jadiel Pereira da Gama (menit 77) untuk mencoba mengubah situasi, upaya tersebut terlambat dan tidak mampu menghasilkan dampak berarti. Kedisiplinan bermain Feyenoord yang ketat menjaga keunggulan hingga peluit akhir.
Statistik pertandingan berbicara keras tentang superioritas Feyenoord. Selain penguasaan bola 95 persen, tamunya juga mengeluarkan 22 tendangan versus hanya tujuh milik PEC Zwolle. Corner kicks pun menunjukkan dominasi yang serupa: 12 untuk Feyenoord melawan dua untuk tuan rumah. Timon Wellenreuther di gawang Feyenoord hanya perlu melakukan pekerjaan minimal, mencerminkan seberapa besar kontrol pertandingan yang dimiliki timnya. Rating Wellenreuther mencapai 7,5, cukup untuk performa yang stabil tanpa terlalu diuji.
Kemenangan ini menutup musim yang penuh tantangan bagi Feyenoord dengan gaya positif. Menurut laporan Goal.com, kemenangan tandang ini mengubah persepsi akhir musim tim Rotterdam, yang akan segera berkonsentrasi pada persiapan musim 2026/27. Manajer Robin van Persie, seperti dilaporkan Voetbal International, juga sempat membela kehadiran Raheem Sterling dalam skuad, menekankan bahwa mantan pemain Manchester City tersebut layak mendapat lebih banyak apresiasi terhadap kontribusinya musim ini, meski Sterling dipergantikan di akhir pertandingan.
Untuk PEC Zwolle, hasil ini menjadi penutupan musim yang mengecewakan. Duke Verdiin memang menunjukkan standar tinggi di lini pertahanan dengan rating 8,3, tetapi usaha defensif tim tidak cukup untuk mengimbangi pressure offensif dari tamu. Performa PEC di pertandingan ini mencerminkan kesenjangan kualitas antara dua klub, dengan Feyenoord yang secara teknis dan taktis jauh lebih matang menjelang kompetisi musim depan.