Duel sengit menanti di Stadio Ennio Tardini saat Parma menjamu Sassuolo pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 13.00 UTC dalam laga pamungkas Serie A 2025/2026. Kedua klub papan tengah akan bertarung dalam pertandingan yang penuh ketidakpastian, mengingat form bergejolak masing-masing di minggu-minggu terakhir musim. Menurut laporan media lokal, Parma bertekad menutup musim dengan kemenangan di kandang mereka sendiri, sementara Sassuolo ingin meninggalkan kesan positif sebelum musim berakhir.

Parma datang dari tiga hasil sial berturut-turut sebelum dua kemenangan terakhir membawa angin segar. Laga terakhir melawan Como berakhir dengan kekalahan 0-1 tandang yang menyakitkan, sebelum itu mereka menelan keputusan pahit 2-3 di rumah melawan AS Roma dengan gol penyeimbang dari Mandela Keita di menit 87. Nesta Elphege menjadi pemain yang berhasil tembus gawang dua kali dalam lima laga belakangan, diimbangi oleh Strefezza dan Keita yang turut berkontribusi. Meski bermain di kandang, Parma menunjukkan performa yang tidak konsisten dengan catatan LWDLD dalam lima pertandingan terakhir, membuat posisi mereka di tengah klasemen terasa rapuh.

Foto: www.sportskeeda.com
Foto: www.sportskeeda.com

Sebaliknya, Sassuolo meski lebih tinggi dua posisi di klasemen, juga tidak dalam kondisi terbaik. Tamu Neroverdi datang dari kekalahan 2-3 di kandang melawan Lecce hanya seminggu lalu, tempat Armand Laurienté dan Andrea Pinamonti masing-masing menorehkan gol. Laurienté tampil sebagai pemain paling produktif mereka dengan dua gol dalam lima laga terakhir, dibantu oleh Domenico Berardi yang memiliki catatan mengesankan dengan kemenangan 2-0 atas AC Milan pada awal Mei. Namun pencapaian itu ternyata tidak cukup untuk mengangkat konsistensi — perjalanan tandang Sassuolo sangat lemah dengan urutan LDLDL, membuat kepercayaan diri mereka menurun di laga penghujung musim.

Catatan pertemuan terakhir kedua tim pada 3 Januari 2026 berakhir imbang 1-1, sebuah hasil yang mencerminkan keseimbangan kekuatan tetapi juga ketidakmampuan salah satu tim mengambil alih kontrol pertandingan. Laga kali ini kemungkinan akan menyajikan scenario serupa — tidak ada tim yang jelas unggul, meskipun Parma memiliki keuntungan bermain di rumah yang bisa menjadi faktor psikologis. Sassuolo lebih tinggi di klasemen akhir, namun ketangguhan mereka tandang sangat diragukan setelah deretan hasil buruk di markas lawan.

Dari segi taktik dan kualitas, kedua tim tampak evenly matched. Parma mengandalkan pertahanan yang solid di kandang meskipun terkadang rapuh, sementara Sassuolo cenderung membuka permainan namun mudah terpukul balik. Ekspektasi gol di atas 2.5 menceritakan kisah serupa — kedua tim memiliki potensi untuk saling menjebol gawang dengan peluang 58 persen kemungkinan kedua belah pihak mencetak gol. Ini berarti pertandingan akan terbuka dan penuh alur dramatis, bukan pertandingan tertutup rapat yang ditunggu-tunggu.

Foto: www.myfootballfacts.com
Foto: www.myfootballfacts.com

Model prediksi memberi Parma peluang 38 persen untuk menang berkat dukungan kandang, sementara Sassuolo di posisi yang hampir seimbang dengan 34 persen peluang kemenangan. Hasil imbang berdiri di angka 28 persen, sebuah angka yang cukup signifikan mengingat pertemuan terakhir mereka juga berakhir sama kuat. Prediksi skor akhir memproyeksikan 1-1, sebuah hasil yang wajar mengingat pencapaian ofensif kedua tim yang moderat namun potensi defensif yang kadang-kadang goyah.

Pertandingan ini akan menentukan bagaimana kedua klub menutup perjalanan mereka di musim 2025/2026 — apakah dengan momentum positif atau rasa kepuasan yang terbatas. Dengan tidak ada pemain yang ditegaskan absen karena kartu merah atau cedera serius, kedua tim bisa menampilkan skuad terbaik mereka. Laga di Stadio Ennio Tardini akan menjadi kesempatan emas bagi Parma untuk memberikan hadiah kepada pendukung mereka, sekaligus bagi Sassuolo untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing meski dalam kondisi yang tidak ideal.