Budapest – Paris Saint-Germain menulis sejarah dengan meraih gelar Liga Champions kedua berturut-turut setelah mengalahkan Arsenal lewat adu penalti 4-3 di Final Liga Champions 2025/2026. Laga yang berlangsung di Ferenc Puskás Stadium pada Sabtu (30 Mei 2026) ini berakhir dengan skor 1-1 setelah 90 menit bermain.

Duel sengit antara raksasa Prancis dan juara Premier League Inggris itu memamerkan adegan spektakuler di babak pertama. Bahkan dalam hitungan menit pertama, kedua tim sudah saling menceburkan serangan berbahaya. Gonçalo Ramos membuka tabungan untuk PSG di menit ke-1, namun Viktor Gyökeres langsung menyamakan kedudukan di menit ke-2. Gejolak berlanjut—Désiré Doué kembali unggul untuk Paris di menit ke-3.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Arsenal tidak mau kalah dalam perang skor. Di menit ke-6, Kai Havertz menerima umpan dari Leandro Trossard dan mencetak gol penyamaan, diikuti Declan Rice yang turut menambah koleksi gol The Gunners di menit yang sama. Namun PSG terus menekan. Achraf Hakimi unggul lagi untuk Paris di menit ke-7, kemudian Gabriel Martinelli membalas untuk Arsenal di menit ke-8. Puncaknya, Lucas Beraldo mencetak gol ketiga PSG di menit ke-9, membuat skor menjadi 4-3 untuk keuntungan Paris.

Babak kedua menunjukkan pertandingan yang jauh lebih terkontrol. Arsenal sempat mendapat kesempatan emas ketika mereka memperoleh penalti di menit ke-65, namun upaya tersebut tidak berhasil mengubah hasil. Meski PSG mendominasi dengan penguasaan bola 98 persen, Arsenal justru menghasilkan 21 tembakan dengan 4 di antaranya tepat sasaran, menunjukkan efisiensi serangan The Gunners.

Intensitas laga meningkat drastis menjelang akhir pertandingan. Bukayo Saka menerima kartu merah di menit ke-54 karena melakukan pelanggaran, sementara sejumlah pemain dari kedua belah pihak juga mendapat kartu kuning. Pergantian pemain dilakukan secara masif—Arsenal melakukan 9 substitusi sementara PSG melakukan 11 pergantian untuk mempertahankan momentum. Tegang terus meningkat dengan berbagai insiden, termasuk kartu kuning yang diberikan kepada João Neves (menit 90+6) dan Nuno Mendes (menit 118).

Foto: metrotvnews.com
Foto: metrotvnews.com

Ketika waktu normal 90 menit usai dengan skor masih imbang 1-1, pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Namun kedua tim tidak mampu mencetak gol tambahan, sehingga keputusan final ditentukan melalui adu penalti. PSG menampilkan mental baja dan berhasil mengeksekusi penalti-penalti mereka dengan sempurna, sementara Arsenal gagal pada babak adu penalti yang dramatis ini.

Declan Rice menjadi pemain terbaik dalam pertandingan dengan rating 7.7, memimpin midfield Arsenal selama 120 menit penuh bermain. Dukungan solid juga datang dari João Neves (PSG, rating 7.6) dan Désiré Doué (PSG, rating 7.3) yang turut memainkan peran krusial. Menurut Goal.com, PSG berhasil mempertahankan gelar mereka "meskipun penampilan mereka di final kurang memuaskan", menunjukkan mental juara yang sejati.

Pencapaian back-to-back ini merupakan prestasi luar biasa bagi klub berbasis Paris. Seperti dilaporkan Kompas.id, gelar Liga Champions kedua ini dirayakan seluruh masyarakat kota Paris tanpa pandang batas. Namun perayaan berubah ricuh—Detik Sport mencatat lebih dari 130 orang ditangkap usai pertandingan akibat kerusuhan yang terjadi di jalanan Paris.

Sementara itu, Arsenal meski gagal meraih trofi, tetap memiliki pencapaian gemilang di musim 2025/2026 ini. Menurut Bolasport, Kai Havertz dan koleganya tetap bangga karena berhasil memenangi Liga Premier musim ini, sekaligus mencapai final Liga Champions—perampokan penghargaan yang patut dirayakan bagi The Gunners meski pada akhirnya kalah adu penalti di final.