Kroasia menorehkan kemenangan 1-0 atas Panama dalam laga Grup L Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto, Selasa malam waktu setempat (23 Juni 2026). Ante Budimir mencetak gol kemenangan tunggal pada menit 54 setelah menerima umpan sempurna dari Josip Stanišić di sisi kiri pertahanan Panama. Hasil ini membawa Kroasia selangkah lebih dekat ke babak 16 besar sekaligus meninggalkan Panama dalam posisi sulit setelah dua laga berakhir tanpa pencetak gol.
Dari awal pertandingan, skuad asuhan Zlatko Dalić menunjukkan kontrol penuh atas jalannya permainan. Kroasia menguasai 64 persen penguasaan bola dan terus melancarkan serangan terkoordinasi ke wilayah pertahanan Panama yang tampak rapuh. Meski penguasaan bola dominan, Kroasia tidak berhasil menciptakan peluang besar hingga memasuki babak kedua. Panama, yang kembali diterpa kekalahan, hanya mampu menggigit di kesempatan terbatas dengan rata-rata 36 persen penguasaan bola dan gagal menciptakan ancaman serius ke gawang lawan.

Jalannya Pertandingan
Panama memulai dengan strategi defensif ketat, berusaha menghalangi dominasi Kroasia di garis pertengahan. Namun pertahanan yang dibangun Christiansen terbukti belum cukup matang untuk menghadapi mobilitas tinggi pemain-pemain Kroasia. Pada menit 21, Kroasia sudah seharusnya unggul ketika menciptakan peluang melalui flanks, tetapi finishing belum sempurna. Goalkeepernya Panama, Jaramillo, hanya diuji sekali di babak pertama dengan upaya menembak dari jarak jauh yang mudah ditangkap.
Dalić membuat dua substitusi taktis pada menit 46 untuk babak kedua—Petar Musa menggantikan Ante Budimir, yang kemudian dinaikkan kembali sebagai penyerang utama—dan Joško Gvardiol untuk memperkuat lini pertahanan. Perubahan ini langsung membawa efek positif. Lima menit kemudian, tepatnya menit 54, Budimir menerima bola dari Stanišić yang lolos di sisi kiri dan dengan mudah memasukkan bola ke gawang Panama. Gol ini memecahkan kebuntuan dan memberikan Kroasia kontrol psikologis atas pertandingan.
Setelah unggul, Kroasia mengelola tempo permainan dengan bijak. Panama berusaha memberikan tekanan balik, terutama melalui serangan cepat di sisi sayap, namun pertahanan Kroasia yang dibantu pula oleh Josip Šutalo—yang dinilai sebagai pemain terbaik dengan rating 7.2—berhasil mengkonsolidasikan pertahanan dengan solid. Yoel Bárcenas di pertahanan Panama menunjukkan performa tangguh dengan rating 7.0, berusaha mengantisipasi serangan Kroasia, namun usahanya belum cukup mengubah hasil akhir. Panama hanya melepaskan satu tembakan on target sepanjang pertandingan, sementara Kroasia dua kali mencoba namun hanya sekali mengenai sasaran.

Menjelang akhir pertandingan, Dalić melakukan rotasi pemain—Mateo Kovačić dan Marco Pašalić dimainkan menit 72, disusul Luka Modrić pada menit 81 untuk mengamankan kemenangan. Modrić, yang menjadi bintang tertua Kroasia di turnamen ini, membantu mengontrol ritme permainan di fase akhir. Panama mencoba mendesak dengan mengeluarkan penyerang cadangan, tapi tidak menghasilkan peluang nyata. Pertandingan berakhir dengan kemenangan bersih Kroasia dan Panama kembali pulang dengan poin kosong.
Secara statistik, dominasi Kroasia tercermin jelas: dua tembakan on target vs nol milik Panama, satu sudut vs nol, dan penguasaan bola 64-36 persen. Yoel Bárcenas menerima kartu kuning pada menit 61 atas pelanggaran, sementara Petar Sučić mencatat kartu kuning di menit 90+2. Dalam konteks turnamen, kemenangan ini sangat penting mengingat Kroasia sebelumnya kalah 2-4 dari Inggris dan kini harus berjuang keras untuk mengejar posisi penghuni babak 16 besar di grup yang ketat.
Panama, di sisi lain, kini berada di posisi terdesak. Setelah kalah 0-1 dari Ghana dan 0-1 dari Kroasia, tim asuhan Thomas Christiansen gagal mencetak gol dalam dua pertandingan grup dan harus bermain luar biasa melawan Inggris di laga penutup untuk memiliki harapan bertahan. Analisis pre-match sempat memberikan Kroasia peluang 64 persen untuk menang, dan prediksi skor 0-1 terbukti akurat. Kinerja pertahanan Panama yang bocor dan ketidakmampuan mencetak gol menjadi faktor utama penyisihan awal mereka dari kompetisi.