Atletico Madrid sukses mengamankan tiga poin penting dengan mengalahkan Osasuna 2-1 di Estadio El Sadar, Pamplona, pada pertandingan pekan 36 La Liga musim 2025. Pertandingan ini berlangsung sengit dengan kondisi emosional tinggi dari kedua belah pihak, ditandai dengan puluhan kartu kuning yang dikeluarkan sepanjang 90 menit bermain. Kemenangan ini memastikan Los Colchoneros tetap kompetitif dalam persaingan zona Eropa menjelang penutupan musim reguler.

Atletico Madrid memulai dengan kehadiran dominan sejak menit awal. Pertandingan baru berjalan 13 menit ketika wasit meminta bantuan VAR untuk mengecek insiden di area penalti. Javi Galán dari Osasuna terbukti melakukan handball, menghasilkan penalti untuk tamu. Menit 15, Ademola Lookman melangkah ke titik putih dan mengubah peluang emas itu menjadi gol pembuka, meninggalkan kiper Osasuna tanpa harapan. Skor 0-1 memberi Atletico keunggulan awal yang memberikan tekanan psikologis kepada tuan rumah.

Foto: www.espn.com
Foto: www.espn.com

Babak pertama terus berlangsung dengan ketegangan tinggi. Osasuna berupaya membangun serangan balasan namun pertahanan Atletico, dengan dukungan penguasaan bola 58 persen, berhasil mengontrol permainan. Menit 30, Rubén García dari Osasuna menerima kartu merah kedua setelah melakukan pelanggaran keras. Kondisi ini semakin memberatkan posisi tuan rumah yang harus bermain dengan skuad berkurang. Menjelang akhir babak pertama, pada menit 45+3, Osasuna hampir memperoleh penalti setelah Ante Budimir dirasa dirugikan, namun VAR membatalkan putusan wasit setelah review mendalam. Drama berlanjut ketika Budimir sendiri menerima kartu kuning karena protes.

Masuk babak kedua, Atletico membuat perubahan ofensif dengan memasukkan Alexander Sørloth menggantikan Thiago Almada di menit 46. Pertandingan melanjutkan pola intens dengan berbagai insiden disipliner mencuri perhatian dari jalannya permainan. Menit 52, Marcos Llorente diganjar kartu kuning akibat aksi argumentatif. Beberapa menit kemudian, kompleksitas taktik di lapangan mulai menguntungkan Atletico. Menit 71, giliran Sørloth menorehkan tanda tangan dengan gol kedua setelah menerima umpan presisi dari Marcos Llorente. Skor 0-2 semakin menjauhkan harapan Osasuna untuk kembali ke permainan.

Osasuna tidak menyerah kendati tertinggal dua gol. Pergantian pemain yang agresif di menit 60 dan 72 membawa energi segar ke lini depan, dengan Raúl García dan Aimar Oroz masuk ke lapangan. Momentum mulai berbalik ketika pertahanan Atletico mulai tertekan, terutama setelah Marcos Llorente dikeluarkan dengan kartu merah pada menit 79 untuk pelanggaran kedua. Dengan pemain berkurang, Atletico terpaksa bermain defensif di menit-menit akhir. Osasuna memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, dan menit 90+1, Kike Barja menjebol jala dengan bantuan umpan dari Raúl García, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Namun, waktu tidak memungkinkan Osasuna untuk meraih poin tambahan.

Foto: mansionsportsfc.com
Foto: mansionsportsfc.com

Juan Musso, kiper Atletico, menjadi sosok terbaik pertandingan dengan rating 8.0, menjalani 91 menit penuh dengan penyelamatan-penyelamatan krusial di saat-saat kritis. Marcos Llorente berkontribusi signifikan dengan rating 7.6 sebelum disingkirkan, sementara Ademola Lookman (rating 7.5) membuktikan efektivitasnya dengan gol penalti di awal permainan. Performa tuan rumah Osasuna mencerminkan ketahanan yang baik meski menghadapi kondisi sulit—mereka menghasilkan 4 shots on goal dari total 5 tembakan, namun konsistensi ofensif terhambat oleh dominasi Atletico.

Kemenangan ini memposisikan Atletico Madrid semakin kokoh dalam perebutan zona Eropa menjelang laga terakhir musim reguler. Osasuna, meskipun bermain dengan dedikasi tinggi, tetap tertinggal dalam kompetisi poin untuk meraih tiket internasional. Pertandingan yang penuh dramatika ini mencerminkan intensitas La Liga di pekan-pekan akhir, dengan setiap tim berjuang mempertahankan atau meningkatkan posisi klasemen mereka.