Foxborough – New England Revolution berhasil mengamankan tiga poin berharga dengan menahan Charlotte FC dalam laga penuh ketegangan di Gillette Stadium, Sabtu malam waktu setempat (2 Mei 2026). Gol tunggal dari Carles Gil melalui eksekusi penalti di menit 90+7 menjadi pembeda dalam pertandingan yang banyak diwarnai insiden disipliner, dengan tujuh kartu kuning dikeluarkan wasit sepanjang 90 menit pertandingan reguler.

Menurut laporan resmi dari revolutionsoccer.net, kemenangan ini menandai awal homestand empat pertandingan untuk Revs dengan rekor positif. Tim tuan rumah kini naik menjadi 6-3-1 dengan 19 poin, sementara Charlotte FC tetap tertahan di 4-5-2 dengan poin yang tertinggal. Pertandingan ini menjadi bentuk pemulihan bagi kedua tim setelah kekalahan mereka masing-masing di babak U.S. Open Cup minggu sebelumnya, seperti dilaporkan FotMob.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Babak pertama berlangsung dengan New England mencoba menguasai permainan meskipun Charlotte tidak tinggal diam. Pada menit 30, pertandingan sudah mulai menunjukkan warna dengan Nathan Byrne dari Charlotte menerima kartu kuning atas foul yang dilakukannya. Penguasaan bola menunjukkan keseimbangan yang menarik, dengan Charlotte malah merekam 93 persen possession dibanding 87 persen untuk New England. Akan tetapi, dominasi bola tidak selalu diterjemahkan menjadi peluang nyata – Charlotte hanya mencatat 8 total tendangan dengan 4 di target, sementara Revs lebih produktif dengan 14 tembakan dan 4 tepat sasaran.

Transisi ke babak kedua membawa eskalasi dramatik dalam hal kedisiplinan. Menit 51, Will Sands dari New England menerima kartu kuning kedua dan diusir lapangan – sebuah keputusan wasit yang mengubah dinamika pertandingan. Enam menit kemudian, David Schnegg dari Charlotte juga diperingati kartu kuning, diikuti Wilfried Zaha pada menit 60 karena argumen dengan wasit. Gejolak emosional terus memuncak saat Mamadou Fofana dari New England juga menerima peringatan pada menit 61 dengan alasan serupa.

Manajer dari kedua tim mulai melakukan perubahan untuk mengelola momentum dan disiplin pemain. Charlotte melakukan substitusi pada menit 78 dengan memasukkan Liel Abada menggantikan Kerwin Vargas, diikuti Brandt Bronico menggantikan Djibril Diani. New England juga responsif dengan memasukkan Diego Fagúndez untuk Luca Langoni pada menit 85. Menit 82 mencatat insiden lain ketika seorang pemain Charlotte dicatat melakukan simulasi dan menerima kartu kuning tambahan – gambaran jelas dari terik pertandingan yang berlangsung.

Foto: www.docsports.com
Foto: www.docsports.com

Puncak drama terjadi di injury time. Pada menit 90+7, wasit menunjuk spot untuk New England Revolution, dan Carles Gil melangkah maju untuk mengeksekusi penalti tersebut. Pemain itu berhasil merobek jala Charlotte dengan eksekusi yang presisi, memberikan tim tuan rumah kemenangan 1-0. Namun kegembiraan langsung dibayangi karena Gil sendiri menerima kartu kuning pada menit 90+8, menutup pertandingan yang sudah penuh dengan ketegangan.

Dari sisi performa individu, Ashley Westwood dari Charlotte menonjol dengan rating 7.9, mempertahankan kompostur di garis pertahanan meski timnya tertinggal. Di sisi New England, William Sands (7.5) dan kiper Matt Turner (7.5) menunjukkan ketangguhan defensif yang solid, meski Sands harus bermain dalam kondisi sepihak setelah kartu merah di babak kedua. Matt Turner khususnya melakukan 91 menit tanpa kebobolan meskipun menghadapi tekanan dalam pertandingan yang dinamis.

Statistik lanjutan menampilkan gambaran pertandingan yang seimbang meski berakhir dengan pemenang tunggal. New England meraih 3 corner dan melakukan 10 foul, sementara Charlotte mencatatkan 5 corner dengan 16 foul – menunjukkan tekanan yang lebih besar dari tamu. Tidak ada gol dalam permainan reguler, menjadikan penalti di injury time sebagai penutup yang dramatis untuk laga pekan ke-11 musim reguler MLS 2026.

Dengan kemenangan ini, New England Revolution terus membangun momentum di kandang Gillette Stadium menjelang serangkaian laga kandang empat putaran ke depan. Charlotte FC, di sisi lain, harus cepat bangkit dan fokus pada laga berikutnya untuk menebus ketinggalan mereka dalam perebutan tiket playoff yang kompetitif di MLS musim ini.