NEC Nijmegen berhasil mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions setelah mengalahkan GO Ahead Eagles dengan skor 2-1 di Goffertstadion pada Minggu (17/5/2026). Dalam laga pamungkas reguler season Eredivisie musim ini, tuan rumah menunjukkan dominasi nyata dengan penguasaan bola 67 persen, meskipun tamu terus mencoba menggebrak pertahanan mereka di babak kedua. Keputusan kemenangan ini membawa NEC naik ke posisi ketiga klasemen, menutup drama panjang musim dengan hasil gemilang.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi dari kedua belah pihak. Namun baru pada menit ke-12, NEC langsung membuka keunggulan lewat Noe Lebreton yang menyambut umpan presisi Başar Önal dari sebelah kanan dan menjebol gawang GO Ahead Eagles. Lebreton, yang memiliki rating 9.2 dalam pertandingan ini, kembali membuat perbedaan di menit 27 ketika berhasil menambah keunggulan menjadi 2-0 tanpa bantuan assist. Dua gol cepat itu seolah menunjukkan NEC siap menjalani laga penentu ini dengan percaya diri tinggi.

Foto: www.espn.co.uk
Foto: www.espn.co.uk

Jalannya Pertandingan

Babak pertama berjalan didominasi NEC Nijmegen. GO Ahead Eagles, meski secara statistik melakukan 37 total tembakan (12 tepat sasaran), namun sebagian besar datang tanpa struktur solid dan mudah dibaca oleh pertahanan tuan rumah. Substitusi awal GO Ahead Eagles di menit 22 ketika Giovanni van Zwam masuk menggantikan Eus Waayers menandai upaya tamu untuk menyeimbangkan permainan, namun belum menunjukkan dampak signifikan menjelang istirahat.

Memasuki babak kedua, GO Ahead Eagles datang dengan semangat berbeda. Hanya dalam tiga menit setelah restart, di menit 48, Victor Edvardsen mendapat kartu kuning karena pelanggaran kasar. Namun permainan tamu mulai menunjukkan ancaman serius ketika Søren Tengstedt berhasil mengurangi ketertinggalan di menit 55 setelah menerima umpan dari Edvardsen. Gol itu menghidupkan harapan GO Ahead Eagles, dan pertandingan pun berubah menjadi lebih terbuka.

Setelah gol Tengstedt, momentum bergerak ke tangan tamu. Meskipun NEC tetap menguasai bola, GO Ahead Eagles menciptakan tekanan berkelanjutan dengan substitusi-substitusi yang agresif di menit 70 ketika Thibo Baeten dan Oskar Sivertsen masuk untuk menciptakan energi baru di lini depan. NEC menjawab dengan mengeluarkan Danilo dan Koki Ogawa di menit 71 untuk menjaga stabilitas pertahanan. Tensi pertandingan meningkat, terlihat dari tiga kartu kuning yang tercetak sepanjang babak kedua, termasuk untuk Julius Dirksen di menit 77. Namun NEC berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit akhir, menutup reguler season dengan kemenangan penting ini.

Foto: www.youtube.com
Foto: www.youtube.com

Performa Noe Lebreton menjadi bintang utama kemenangan NEC. Penyerang berusia 24 tahun itu mendominasi pertandingan dengan dua gol dari empat tembakan (dua tepat sasaran) dalam 89 menit bermain. Rating 9.2 miliknya jauh melampaui rekan setim, menjadikannya man of the match yang tidak terbantahkan. Di sisi tamu, Jari De Busser tampil solid di belakang dengan rating 8.2 meski hanya berkontribusi dalam penyelamatan pertahanan, sementara Søren Tengstedt (rating 8.0) setidaknya mencuri satu momentum penting dengan golnya meski tidak cukup menyelamatkan hasil.

Secara statistik, pertandingan mencerminkan dominasi NEC yang terus-menerus. Dengan 67 persen penguasaan bola dan efisiensi finishing yang jauh lebih baik, NEC mencetak dua gol dari peluang-peluang berkualitas tinggi. GO Ahead Eagles, meski dengan 37 total tembakan dan 13 corner, hanya mampu mengonversi satu peluang ke dalam gawang. Data tersebut menunjukkan bahwa sementara tamu aktif menciptakan peluang numerik, NEC lebih efektif dalam mentransformasi akses mereka menjadi hasil nyata. Penguasaan bola NEC dan efisiensi finishing itu menjadi kunci kemenangan di laga-laga kritis menjelang akhir musim.

Menurut laporan Goal.com Indonesia dan media lokal lainnya, hasil ini memastikan NEC Nijmegen mengamankan posisi kualifikasi Liga Champions di babak pertama untuk musim 2026-2027. Pencapaian ini menjadi simbol kebangkitan klub setelah musim-musim sebelumnya yang penuh tantangan. GO Ahead Eagles, meski kalah, minimal menunjukkan karakter dengan comeback di babak kedua, namun sudah cukup terlambat untuk mengubah skor akhir. Laga ini menutup episode reguler season dengan drama kualifikasi Eropa yang sangat menegangkan, dan NEC berhak merayakan keberhasilan meraih tiket berharga itu di kandang sendiri, Goffertstadion.