Meksiko memastikan lanjutan perjalanannya di Piala Dunia 2026 setelah menggebrak Ekuador 2-0 di Estadio Azteca, Rabu (1/7) dini hari WIB. Tuan rumah menampilkan performa dominan dan menyelesaikan pertandingan dengan penguasaan bola 57 persen, meski penggalan senjata mereka agak terbatas dengan 3 dari 15 percobaan mengenai sasaran.
Drama pertandingan dimulai sejak awal. Meksiko membangun keunggulan pada menit 22 ketika Julián Quiñones memanfaatkan umpan Roberto Alvarado dari sayap kanan dan berhasil menjebol gawang Ekuador dengan eksekusi yang tepat sasaran. Sembilan menit kemudian, tirai keunggulan bertambah saat Raúl Jiménez menyambut kaitan Quiñones sendiri untuk membuat skor menjadi 2-0. Dua gol yang tercipta di babak pertama ini telah mengubah kompleksitas pertandingan secara keseluruhan.

Ekuador berusaha mengorganisir serangan balik melalui penguasaan bola yang lebih besar, namun terus gagal menembus defensif Meksiko yang solid. Tim tamu bahkan hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan ini. Frustrasi mulai terpancar dari skuad Ekuador menjelang akhir babak pertama, terbukti dengan terkena kartu kuning Alan Franco di menit 45+1 karena aksi tripping.
Babak Kedua: Meksiko Kelola Permainan
Ekuador melakukan perubahan ganda pada awal babak kedua, mengganti Alan Franco dengan Yaimar Medina dan mengeluarkan Ángelo Preciado untuk memperkenalkan Ángelo Preciado. Upaya revolusi taktis tidak memberikan dampak signifikan terhadap performa menyerang mereka. Meksiko terus mengelola pertandingan dengan santai, fokus menjaga keunggulan dua gol yang sudah diraih.
Substitusi terus berganti-ganti di babak kedua. Meksiko membuat perubahan pertama di menit 58 dengan memasukkan B. Gutiérrez menggantikan Gilberto Mora. Ekuador juga melakukan pergantian dengan memasukkan Kevin Rodriguez untuk menggantikan E. Valencia pada menit 59. Permainan menjadi semakin fragmentaris dengan banyak pergantian pemain di kedua belah pihak, melemahkan ritme pertandingan secara umum.

Insiden tegang terjadi menjelang akhir pertandingan. Pada menit 90+5, Piero Hincapié mendapat kartu merah karena aksi unsportsmanlike conduct, meninggalkan Ekuador dengan kesepuluh pemain di saat-saat akhir laga. Sebelumnya, di menit 90+3, Kendry Páez juga mendapat peringatan kartu kuning karena tripping. Moisés Caicedo menyusul dengan kartu kuning serupa di menit 90+9, menunjukkan tingkat disiplin Ekuador yang menurun drastis jelang peluit akhir.
Julián Quiñones menjadi bintang utama Meksiko dengan rating 8.3, tidak hanya mencetak satu gol tetapi juga memberikan assist untuk gol kedua Jiménez. Pemain berusia 28 tahun ini bermain selama 80 menit dengan sempurna memanfaatkan peluang yang didapat. Raúl Jiménez, yang keluar di menit 74, menutup kontribusinya dengan rating 7.7 dan satu gol penting. Sementara di lini pertahanan, Johan Vásquez bertahan dengan konsisten hingga akhir pertandingan dengan rating 7.7, memainkan seluruh durasi 93 menit.
Kemenangan ini membawa Meksiko melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 sebagai tuan rumah yang berhasil memecahkan kutukan penghapusan babak grup selama dua edisi sebelumnya. Ekuador, di sisi lain, harus pulang dengan kecewa dan ditugaskan menunggu nasib dari pertandingan lainnya untuk mengetahui apakah mereka bisa melaju sebagai pemain terbaik ketiga grup. Perayaan di jalan-jalan Kota Meksiko mencapai puncaknya ketika peluit akhir bergema, meskipun dalam kesedihan banyak pihak yang kehilangan nyawa dalam merayakan kegembiraan ini.