Longeville-lès-Metz – FC Metz resmi terdegradasi ke Ligue 2 setelah tertakluk dari AS Monaco 1-2 di Stade Saint-Symphorien, Sabtu (2/5/2026), pada pekan ke-32. Gol Ansu Fati di masa injury time menjadi pukulan telak bagi tuan rumah, yang sebelumnya sempat unggul lewat Jessy Deminguet di babak kedua. Hasil ini mengakhiri harapan Les Grenats untuk bertahan di divisi teratas.

Metz memulai babak kedua dengan agresif. Melalui umpan Tae Hee Nam dari sisi, Deminguet berhasil menjebol gawang Monaco di menit ke-49 dan memberikan tuan rumah keunggulan 1-0. Saat itu, peluang bertahan terlihat terbuka bagi Metz, namun momentum itu tidak bertahan lama. Sepuluh menit kemudian, di menit ke-61, Folarin Balogun menyamakan kedudukan setelah menerima umpan Maghnes Akliouche. Monaco, yang mayoritas menguasai permainan dengan 85 persen penguasaan bola, mulai menunjukkan gigi penyerang mereka.

Ligue 1: Metz vs Monaco
Ligue 1: Metz vs Monaco

Pelatih Monaco melakukan perubahan masif di menit ke-58, mengeluarkan tiga pemain termasuk memasukkan Ansu Fati. Keputusan rotasi itu terbukti efektif mengubah dinamika laga. Fati, yang baru bergabung di babak kedua, memberikan energi segar dan menjadi ancaman di sisi sayap. Metz berusaha mempertahankan, namun defensnya terlihat kerepotan menghadapi serangan bertubi-tubi tamu. Dalam catatan statistik, Monaco mencatat 13 tembakan, sementara Metz hanya mampu 15 tembakan dengan akurasi penyelesaian yang minim—hanya 3 dari 15 tembakan tepat sasaran.

Ketegangan meningkat di penutup laga. Mamadou Coulibaly menerima kartu kuning di menit ke-62, diikuti Christian Mawissa juga mendapat peringatan kuning di menit ke-81. Metz terus berusaha, memasukkan Habib Diallo dan Jahyann Pandore sebagai upaya menyerang di zona depan. Namun, kematian pertahanan Les Grenats terbukti menjadi penyebab kepergian mereka dari Ligue 1. Di menit ke-90+1, saat laga hampir berakhir, Ansu Fati menerima umpan Caio Henrique dan mencetak gol kemenangan untuk Monaco, mengakhiri dramatis perlawanan Metz.

Deminguet dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan dengan rating 8,3 setelah mencetak satu gol dan terlibat 81 menit di lapangan. Gauthier Hein juga memberikan kontribusi solid dengan rating 7,7. Di sisi Monaco, Ansu Fati membuat dampak signifikan meskipun hanya bermain 38 menit, menutup laga dengan gol penting dan rating 7,6. Paul Pogba, yang menjadi starter pertama kalinya dalam tiga tahun, tampil dengan performa yang masih tertatih-tatih di lini tengah Monaco—menunjukkan proses readjustment untuk kembali ke kompetisi level tertinggi setelah cedera beruntun.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Degradasi Metz menutup bab kelam musim ini. Klub dari Lorraine telah mempertahankan status Ligue 1 selama beberapa musim terakhir, namun krisis konsistensi sepanjang musim 2025-26 membuat mereka akhirnya terpaksa turun kelas. Sementara itu, Monaco terus mengejar target kompetisi Eropa mereka dan berhasil memanfaatkan momentum untuk mendekat ke zona UEFA. Duel Metz versus Monaco di pekan 32 ini akan dikenang sebagai titik balik nasib kedua tim.