Milano — Inter Milan memastikan gelar juara Serie A musim 2025/2026 setelah meraih kemenangan 2-0 atas Parma Calcio di Stadio Giuseppe Meazza, San Siro, pada Senin malam (4 Mei 2026). Kemenangan Nerazzurri mengunci trofi Scudetto ke-21 dalam sejarah klub, meskipun permainan mereka tidak selalu mengesankan menghadapi tamu yang bertahan dengan solid di masa-masa akhir pertandingan.

Gol pembuka Inter datang dari Marcus Thuram, sementara Henrikh Mkhitaryan menambah keunggulan di babak kedua. Meski Inter mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola 111 persen dan menciptakan 12 percobaan, Parma berhasil membatasi kerusakan dengan hanya 4 tembakan dari pemain tamu. Pertandingan ini lebih merupakan pesta perayaan bagi skuad anak asuh Simone Inzaghi yang telah menunggu momen bersejarah ini sejak musim dimulai.

Serie A: Inter vs Parma
Serie A: Inter vs Parma

Di lapangan, Inter menggebrak sejak awal pertandingan. Piotr Zieliński menjadi tulang punggung serangan dengan mengumpan assist, sementara Nicolò Barella mengontrol irama permainan di garis tengah dengan gemilang selama 86 menit. Kuartet jantung permainan Nerazzurri — Lautaro Martinez, Hakan Calhanoglu, Barella, dan Federico Dimarco — menampilkan soliditas yang sulit tembus bagi pertahanan Parma. Walau tidak semua peluang berbuah gol, dominasi Inter jelas terlihat dari awal hingga akhir laga.

Parma sendiri memilih strategi defensif untuk menghadapi tekanan Nerazzurri. Skuad tamu melakukan beberapa rotasi intensif di pertengahan babak kedua — Nesta Elphege, Christian Ordóñez, Oliver Sørensen, Pontus Almqvist, dan Franco Carboni masuk bergantian pada menit 67-85 — mencoba segar-segeran menjaga garis pertahanan. Meski demikian, tidak ada satupun kolaborasi defensif yang berhasil mencegah kedua gol Inter. Tekanan konsisten dari sisi kanan, terutama melibatkan Dumfries, membuka celah yang dimanfaatkan oleh penyerang Nerazzurri.

Statistik pertandingan mencerminkan kontrol Inter yang luar biasa. Dengan 8 tendangan ke gawang lawan dan 5 tembakan yang tepat sasaran, Inter menunjukkan efisiensi finishing yang diperlukan untuk menutup laga meski tidak spektakuler. Parma hanya mampu menghasilkan 4 tembakan tanpa satupun yang mengenai target, menggambarkan kesulitan The Crociati dalam membangun serangan bermakna. Kartu kuning tunggal yang diterima Inter di menit-menit akhir menjadi catatan kecil dalam perjalanan menuju trofi.

PAOLA EGONU tifosa d’eccezione per INTER-PARMA: che emozione al Meazza! | Serie A Enilive | DAZN
PAOLA EGONU tifosa d’eccezione per INTER-PARMA: che emozione al Meazza! | Serie A Enilive | DAZN

Nicolò Barella dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan dengan rating 7.6, menunjukkan dominasi midfielder Inter dalam kontrol permainan. Kemampuannya memecah tekanan Parma dan mendistribusikan bola dengan akurat menjadi kunci kesuksesan Inter menekan lawan. Piotr Zieliński juga patut diapresiasi dengan rating 7.5 dan satu assist, memberi kontribusi signifikan dalam pembangunan gol-gol Nerazzurri. Di pihak Parma, Adrián Bernabé menjadi performer terbaik mereka dengan rating 7.3, berusaha menopang lini pertahanan hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan ini memastikan Inter tidak terkejar oleh rival terdekat dalam pertarungan gelar Serie A. Dengan tiga poin dari San Siro, Nerazzurri telah mengumpulkan poin yang cukup untuk membuat posisi mereka di puncak klasemen tidak bisa direbut kompetitor. Pencapaian ini sekaligus merupakan puncak dari kerja keras selama musim penuh, di mana Inzaghi dan timnya berhasil mempertahankan konsistensi kualitas permainan.

Perayaan Scudetto ke-21 bagi Inter menandai era dominasi berkelanjutan dari klub Milan di Italia. Marcus Thuram dan Lautaro Martinez memimpin pesta kegembiraan di lapangan, dirayakan ribuan supporter di stadion. Kemenangan 2-0 yang relatif nyaman ini memberi tenang pikiran sebelum Inter fokus pada tantangan sisa musim, baik di Serie A maupun kompetisi lainnya.