Benfica mengalami kehancuran dramatis di markas Famalicao ketika membuang keunggulan dua gol menjadi hasil imbang 2-2 pada laga pekan 32 Primeira Liga. Di Estádio Municipal 22 de Junho, tim tamu menang dulu berkat eksekusi mula dari Andreas Schjelderup dan Richard Ríos di babak pertama, namun ekspulsi Nicolás Otamendi pada menit 55 mengubah segalanya. Famalicao memanfaatkan keadaan dengan comeback memukau melalui Mathias De Amorim dan Umar Abubakar di babak kedua.
Permainan dimulai dengan Benfica langsung mencari gol. Pada menit 9, Franjo Ivanović sempat merobek jaring, namun VAR membatalkan karena offside. Namun keberuntungan Benfica datang menit berikutnya. Menit 12, Schjelderup dengan tenang mengeksekusi penalti ke sudut gawang, memberi tamu keunggulan 1-0. Tujuh menit kemudian, pertahanan Famalicao kembali terjebol. Schjelderup memberikan umpan terobosan, dan Ríos menyambut dengan sempurna untuk menggandakan keunggulan Benfica menjadi 2-0 pada menit 19.

Babak pertama berlanjut dengan dominasi Benfica yang jelas. Tim tamu menguasai 55 persen bola dan menciptakan peluang-peluang mematikan, sementara Famalicao terlihat kesulitan membangun serangan terstruktur. Pertahanan tuan rumah beberapa kali diuji, tetapi berhasil mencegah gol ketiga menjelang istirahat.
Situasi drastis berubah pada menit 55, lima menit setelah babak kedua dimulai. Otamendi melakukan pelanggaran serius dan menerima kartu merah setelah ditinjau VAR. Benfica harus bermain dengan 10 pemain, sebuah keputusan yang akan mengubah narasi pertandingan. Substitusi Gianluca Prestianni pada menit 57 mencoba mengatur ulang formasi, namun momentum sudah berpindah.
Famalicao mulai bangkit dengan percaya diri. Menit 67, Mathias De Amorim menerima umpan dari Léo Realpe dan merobek jala Benfica, mengurangi ketertinggalan menjadi 2-1. Setelah perubahan besar pada lini belakang Benfica di menit 72, Famalicao terus menggebrak. Kesempatan emas datang menit 78 ketika De Amorim menurunkan bola ke Umar Abubakar, yang dengan tenang menyamakan kedudukan 2-2. Sejak saat itu, momentum berada di tangan tuan rumah, sementara Benfica terlihat kelabakan mengejar kembali keunggulan.

Mathias De Amorim dinobatkan sebagai pemain terbaik malam itu dengan rating 9.0, berhasil mencetak 1 gol dan 1 assist dalam 93 menit bermain. Aksi gemilangnya menggabungkan finishing dan ketepatan passing. Andreas Schjelderup (Benfica) juga tampil solid dengan rating 7.6, mencatatkan 1 gol dan 1 assist dalam 72 menit sebelum disubstitusi. Pertahan Famalicao, Justin De Haas, mencatat rating 7.6 berkat konsistensi defensifnya selama pertandingan.
Menurut Goal Indonesia, José Mourinho—pelatih Benfica—melontarkan kritik tajam terhadap wasit Liga Portugal usai pertandingan selesai. Kemarahan tersebut terutama merespons keputusan kartu merah Otamendi yang dinilai keras. Insiden pascalaga juga mencatat ketegangan antara Mourinho dan pemain pertahanan Famalicao di terowongan pemain. Hasil imbang ini memberi pukulan pada ambisi Benfica, terutama mengingat Porto telah memastikan gelar juara, membuat posisi Benfica semakin jauh dari puncak klasemen. Laga mendatang Benfica melawan Braga akan menjadi ujian penting untuk membuktikan resiliensi mereka.