Liverpool, Merseyside – Sunderland membuktikan ketangguhan mereka dengan comeback spektakuler di markas Everton, mengalahkan The Toffees 3-1 di Hill Dickinson Stadium pada Minggu (17/5). Pertandingan sengit di pekan ke-37 reguler Premier League ini menampilkan drama penuh, dengan para tamu berhasil mengubah ketinggalan menjadi kemenangan berharga dalam perburuan tiket Eropa. Seperti dilaporkan Detik Sport, Sunderland mengamuk setelah lama tak meraih hasil positif, dan kali ini mereka menunjukkan mentalitas juara dengan tiga gol di babak kedua.
Everton memulai pertandingan dengan dominasi relatif, menggenggam bola lebih banyak dengan 49 persen penguasaan. Namun butuh waktu hingga menit ke-43 sebelum The Toffees berhasil memecah kebuntuan. Merlin Röhl menjadi pelaku utama, menyambut umpan presisi dari Michael Keane dan menjebol gawang Sunderland dengan sempurna. Keunggulan 1-0 itu cukup untuk membawa Everton masuk istirahat di posisi depan, seiring Sunderland tampil pasif di babak pertama meski menjalankan strategi holding dengan baik.

Jalannya Pertandingan
Skenario berubah total setelah turun minum. Menit ke-47, sudah terlihat Everton kehilangan momentum ketika Jake O'Brien diganjar kartu kuning atas pelanggaran holding. Sebaliknya, Sunderland mulai menunjukkan gigi mereka. Hanya 12 menit kemudian, menit ke-59, Brian Brobbey menyamai kedudukan setelah menerima operan matang dari Enzo Le Fée. Gol penyama itu menginflasi semangat Sunderland, sementara Everton mulai terlihat goyah defensif.
Momentum terus berpihak pada skuad tamu. Menit ke-81, Enzo Le Fée sendiri yang membobol gawang Everton setelah mendapat umpan dari Chris Rigg. Sunderland kini unggul 2-1, dan perlahan tapi pasti mengamankan tiga poin. Everton mencoba menekan di sepuluh menit terakhir namun sudah terlihat lelah. Hingga di menit ke-90+1, Wilson Isidor menambahkan gol keempat setelah menerima umpan dari Habib Diarra, menutup pertandingan dengan skor akhir 1-3 yang tidak terbantahkan.
Dari segi statistik, pertandingan ini mencerminkan kisah klasik: tuan rumah mendominasi dengan 10 tembakan versus 7, namun konversi yang buruk mengubah segalanya. Everton melepaskan empat tembakan on target, sementara Sunderland hanya tiga—tetapi ketiga tembakan itu semua masuk ke gawang. Sunderland juga mempertahankan disiplin dengan zero kartu kuning sepanjang pertandingan, sedangkan Everton terakumulasi tiga, termasuk kartu pada Tim Iroegbunam di menit ke-25 atas pelanggaran tripping dan James Garner mendapat kartu di menit ke-90+6.

Enzo Le Fée menjadi bintang pertandingan dengan rating 8.2 dari 10, menorehkan satu gol dan satu assist dalam 90 menit penuh. Gelandang Sunderland itu menunjukkan kemampuan baca permainan yang luar biasa, sering menjadi pemasok bola bagi rekan-rekan attacknya. Untuk Everton, Kiernan Dewsbury-Hall (7.7) dan James Garner (7.3) mencoba menjadi mercusuar di lini tengah meskipun pertandingan berakhir dengan kekalahan pahit. Dewsbury-Hall bermain penuh 90 menit tanpa mampu mencegah penetrasi Sunderland di fase finishing.
Hasil ini merupakan pukulan signifikan bagi Everton dalam perburuan tiket kompetisi Eropa. Kemenangan Sunderland sebaliknya memberi mereka harapan baru, terutama setelah periode performa kurang konsisten sebelumnya. Kedua tim masih punya ambisi di sisa-sisa musim ini, namun momentum kini jelas berada di pihak Black Cats. Laga ke depan akan menentukan apakah mereka mampu mepertahankan konsistensi atau hanya terbatas pada satu kemenangan besar saja.
Pencetak Gol:
- Merlin Röhl (43') – Everton
- Brian Brobbey (59') – Sunderland
- Enzo Le Fée (81') – Sunderland
- Wilson Isidor (90+1) – Sunderland