Real Madrid meninggalkan Cornella dengan poin penuh setelah menundukkan Espanyol 2-0 di RCDE Stadium, Minggu malam (3 Mei 2026). Vinicius Junior menjadi bintang pertandingan dengan mengemas dua gol di babak kedua, masing-masing di menit 55 dan 66. Hasil ini membuat Barcelona—yang tengah berjaya di puncak klasemen—terpaksa menunda perayaan gelar juara La Liga mereka, setidaknya untuk sementara.
Laga pekan ke-34 musim 2025-2026 ini menjadi penting bagi Real Madrid dalam upaya tetap mengejar rival terdekatnya. Dengan penguasaan bola mencapai 73 persen, Los Blancos mendominasi pertandingan sejak awal, meski Espanyol mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya. Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi dan penuh intensitas, dengan kedua tim sering saling merampas bola di pertengahan lapangan.

Jalannya Pertandingan
Babak pertama berakhir tanpa gol, meskipun Real Madrid memiliki kontrol penuh atas jalannya permainan. Vinicius Junior sudah menunjukkan gerakannya yang eksplosif sejak menit-menit awal, namun pertahanan Espanyol berhasil bertahan dengan solid. Serangkaian kartu kuning dimulai sejak awal laga: Brahim Díaz menerima kuning di menit 22 karena melakukan foul, diikuti Vinicius Junior yang juga mendapat kuning pada menit 23. Pertandingan sempat menjadi tegang ketika Omar El Hilali dari Espanyol menerima kartu kuning di menit 26, namun insiden itu digiring menuju kemungkinan kartu merah yang akhirnya dibatalkan oleh wasit. Edu Expósito menambah daftar pemain berkartu kuning di masa injury time babak pertama (45+2).
Babak kedua dimulai dengan perubahan signifikan dari kedua belah pihak. Real Madrid melakukan rotasi pemain di menit 53, memasukkan Gonzalo García dan Franco Mastantuono sebagai bagian dari strategi ofensif mereka. Keputusan ini terbukti efektif ketika Vinicius Junior—yang masih energik di lapangan—membobol gawang Espanyol di menit 55. García, yang baru saja masuk, memberikan umpan matang untuk striker Brasil tersebut, yang dengan mudah mengonversi peluang itu menjadi gol pertama.
Keunggulan satu gol membuat Real Madrid semakin percaya diri. Sebelas menit kemudian, pada menit 66, Vinicius Junior kembali menorehkan nama di papan skor. Kali ini, Jude Bellingham—yang bermain impresif di midfield—melepaskan umpan matang yang dengan sempurna dieksekusi oleh winger Brasil tersebut. Dua gol Vinicius dalam waktu singkat itu sekaligus menutup peluang comeback Espanyol. Los Blancos kemudian mengelola permainan dengan bijak di 20 menit terakhir, melakukan rotasi pemain untuk menjaga kondisi fisik.

Espanyol berusaha menekan namun tidak mampu menembus pertahanan Real Madrid yang terorganisir. Dean Huijsen di lini belakang Madrid menunjukkan performa solid dengan rating 7.7, sementara Bellingham terus mengontrol tempo permainan dari tengah lapangan (rating 7.3). Berbagai pergantian pemain dilakukan kedua tim di fase akhir: Espanyol memasukkan Pere Milla, Jofre Carreras, dan Kike García pada menit 73, sementara Real Madrid menyegarkan skuadnya dengan memasukkan César Palacios dan Eduardo Camavinga pada menit 84. Laga berakhir dengan kemenangan meyakinkan untuk Los Blancos tanpa ada gol tambahan.
Vinicius Junior meraih penghargaan pemain terbaik dengan rating sempurna 10.0. Pemain berusia 25 tahun itu tampil menggila dengan dua gol dan dua tembakan tepat sasaran dari dua percobaan. Belum pernah dalam musim ini Vinicius menunjukkan penampilan seefisien ini dalam satu pertandingan. Penampilannya yang mengerikan membuat pertahanan Espanyol kewalahan, terutama di sisi sayap kiri. Bellingham, dengan rating 7.3 dan satu assist, juga menjadi kunci dari kontrol permainan Madrid. Gelandang Inggris itu terus-menerus memberikan bola ke kaki pemain ofensif dengan presisi tinggi.
Kemenangan ini mengukuhkan posisi Real Madrid di papan klasemen La Liga 2025-2026, menjaga harapan mereka meski Barcelona sudah berada jauh di puncak. Pekan depan, Madrid akan menghadapi Barcelona dalam El Clásico yang sangat dinanti-nantikan—sebuah pertandingan yang bisa menjadi momen penentu bagi ambisi juara Los Blancos musim ini. Sementara itu, Barcelona tinggal menunggu kesempatan untuk mengunci gelar juara di pertandingan mendatang, dengan selisih poin yang sudah sulit dijangkau rival-rivalnya.