Cornella — Espanyol menutup laga kandang kontra Athletic Club dengan kemenangan meyakinkan 2-0 di RCDE Stadium, Rabu (13/5/2026). Gol dari Pere Milla di menit 69 menjadi pembuka, sebelum Kike García menambah keunggulan di menit 90+2 untuk memastikan tuan rumah meraih tiga poin penuh. Hasil ini merupakan performa dominan Espanyol, yang menguasai bola 75 persen sepanjang pertandingan meski Athletic Club mencoba untuk tetap solid di belakang.
Babak pertama berlangsung cukup imbang meskipun Espanyol memiliki inisiatif. Dengan penguasaan bola yang besar, tuan rumah melancarkan 11 tendangan dengan empat di antaranya tepat sasaran, namun belum mampu menciptakan peluang nyata di depan gawang Unai Simón. Athletic Club, di sisi lain, tampil solid defensif dan mengandalkan strategi kontra. Mereka melakukan perubahan pertama di menit 46 dengan mengganti Yeray Álvarez masuk untuk Dani Vivian, sinyal bahwa Athletic Club ingin lebih agresif memasuki babak kedua.

Transformasi besar-besaran terjadi di menit 63 ketika kedua tim melakukan pergantian pemain secara bersamaan. Espanyol memasukkan Jofre Carreras dan Pere Milla untuk menambah daya serang, sementara Athletic Club merotasi Gorka Guruzeta dan Mikel Jauregizar. Langkah ini terbukti membawa perubahan signifikan—enam menit kemudian, tepat di menit 69, Pere Milla mencuri giliran cerita laga dengan menyambut umpan dari Carlos Romero dan menjebol gawang Athletic Club untuk membuat skor 1-0. Gol ini datang setelah Espanyol terus menekan, dan Milla, meski baru tiga menit bermain sejak masuk lapangan, langsung memberikan kontribusi dalam penyelesaian akhir.
Setelah unggul, Espanyol makin percaya diri menguasai jalannya pertandingan. Athletic Club terus berubah dengan memasukkan Andoni Gorosabel (menit 71) dan Nico Serrano (menit 78) untuk mencari momentum balik, namun pertahanan Espanyol tetap solid di bawah penjagaan Marko Dmitrović yang bermain luar biasa. Kiper Espanyol ini mencatat rating tertinggi 8.7 dan menjadi pemain terbaik laga, berhasil menghalau setiap serangan Athletic Club dengan komitmen penuh sepanjang 90 menit. Postur pertahanan Espanyol diperkuat oleh Urko González yang juga tampil stabil dengan rating 7.9.
Di fase akhir pertandingan, Espanyol melanjutkan kontrol bermain sambil Athletic Club semakin bergerak maju mencari peluang samaran. Namun, puncak dramatis tiba di menit 84 ketika Espanyol melakukan dua pergantian sekaligus—Kike García dan Ramón Terrats dimasukkan untuk memberikan energi segar di lini tengah dan serangan. Strategi ini terbukti sangat efektif. Di injury time, tepatnya menit 90+2, Kike García memastikan kemenangan dengan menerima umpan dari Ramón Terrats dan melepaskan finishing kedua untuk membuat skor menjadi 2-0. Gol ini datang setelah sesi pergantian terakhir di menit 90+1 ketika Charles Pickel masuk mengganti Urko González de Zárate.

Statistik menunjukkan dominasi Espanyol yang jelas. Selain penguasaan bola 75 persen, tuan rumah juga menciptakan 11 tendangan dengan empat mengarah ke gawang. Athletic Club, meski mencatat 12 tendangan total, hanya lima yang mengenai target, menunjukkan kesulitan dalam memanfaatkan peluang melawan pertahanan rapat Espanyol. Corner kicks juga menjadi senjata Espanyol dengan sembilan peluang versus delapan untuk Athletic Club, meskipun tidak semua dikonversi jadi ancaman konkret.
Performa individu Pere Milla menjadi sorotan khusus. Meski hanya bermain 27 menit setelah masuk di menit 63, Milla langsung memberikan dampak dengan satu gol dan satu tembakan tepat sasaran, meraih rating 7.5. Kontribusinya yang cepat dan presisi menunjukkan bahwa substitusi Espanyol di fase kedua pertandingan berhasil mengubah dinamika laga. Di sisi Athletic Club, meskipun kalah, mereka tetap menampilkan disiplin taktik yang solid, hanya melakukan sembilan pelanggaran dibanding 14 oleh Espanyol, meskipun tidak cukup untuk mengganggu dominasi tuan rumah.
Kemenangan 2-0 ini merupakan hasil yang penting bagi Espanyol di pertemuan regular season ke-36 La Liga musim 2025. Dengan cara bermain yang efisien dan penetapan strategi substitusi yang tepat di babak kedua, Espanyol berhasil memanfaatkan momentum untuk mengamankan tiga poin. Sementara itu, Athletic Club harus menerima kekalahan ini dan fokus perbaikan untuk pertandingan-pertandingan mendatang, terutama dalam hal finishing dan penciptaan peluang di lapangan lawan. Pertandingan ini menegaskan pentingnya momentum dan timing tepat dalam pergantian pemain di fase krusial laga.