East Rutherford — Ekuador tampil gigih untuk menyamakan dan melampaui Jerman dalam duel sengit babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, Jumat (25/6) malam waktu setempat. Meski tertinggal lebih dulu dari gol kilat Leroy Sané di menit kedua, La Tri berhasil bangkit dengan dua gol dari Newton Angulo dan Gonzalo Plata untuk menang 2-1 dan mengamankan tiket ke 16 besar.
Permainan dimulai dengan sentakan keras dari Die Nationalelf. Sané memanfaatkan umpan lateral Florian Wirtz untuk membawa Jerman unggul dalam hitungan detik. Namun Ekuador tidak patah semangat. Kurang dari sepuluh menit kemudian, Angulo menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan persilangan dari Pablo Vite dengan sempurna. Momentum bergoyang-goyang di babak pertama dengan kedua tim saling merepotkan, meski Jerman terus mendominasi penguasaan bola di angka 61 persen.

Jalannya Pertandingan
Fase kedua menunjukkan perubahan dramatis dalam permainan. Jerman terus menekan dengan substitusi agresif—Havertz dan Nmecha dimasukkan untuk menggigit lebih dalam. Namun pertahanan Ekuador bertahan dengan solid, dibantu oleh disiplin taktis dan kerja keras setiap pemain. Di menit ke-47, VAR membatalkan kesempatan penalti untuk Havertz, sebuah keputusan yang memberikan kepercayaan diri lebih kepada skuad yang dipandu pelatih yang masih mencari stabilitas di ajang bergengsi ini.
Gol penentu datang di menit 77. Gonzalo Plata mengejar bola longgar di kotak penalti dan berhasil menempatkannya di sudut gawang, hasil dari umpan presisi Kévin Rodríguez. Dari saat itu, Ekuador bermain defensif namun efektif, menutup ruang dan memaksa Jerman untuk beraksi. Meskipun Die Nationalelf menambah tekanan dengan terus mencari celah, terutama melalui sayap kiri mereka, kecolongan dari pertahanan yang kurang solid mereka tidak terperbaiki.
Statistik pertandingan menunjukkan kontras mencolok. Jerman menguasai bola 61 persen dan menciptakan 11 tembakan, tetapi hanya 3 di antaranya tepat sasaran. Ekuador dengan penguasaan 39 persen lebih efisien, memanfaatkan counter dan serangan kilat. Sudut tendangan juga berbicara—Jerman mendapat 2 sudut, Ekuador 3, tetapi La Tri mengonversi peluang mereka lebih baik. Kedisiplinan juga menjadi faktor: Ekuador menerima 3 kartu kuning sementara Jerman hanya 1, mencerminkan intensitas kerja keras merekalawan lawan yang diunggulkan.

Pencetak gol untuk Ekuador, khususnya Angulo yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan dengan rating 8.2, menunjukkan performa solid dengan 1 gol dari 1 tembakan tepat sasaran. Vite membuktikan diri sebagai kreator dengan 1 assist, sementara Caicedo di lini tengah menahan permainan dengan konsisten selama 90 menit. Untuk Jerman, Sané memulai dengan menjanjikan tetapi tidak bisa memberikan lebih dari sekadar gol pembuka.
Dengan kemenangan ini, Ekuador mengamankan satu dari dua tiket 16 besar dari Grup E, melampaui ekspektasi awal sebagai peringkat ketiga sebelum pertandingan. Jerman, meski memiliki catatan gawang 9-2 dari dua laga sebelumnya, harus kembali ke papan tulis dan persiapkan tantangan lanjutan. Laga bersejarah di MetLife ini membuktikan bahwa di Piala Dunia, tidak ada lawan yang tidak bisa dikalahkan—hanya tim yang siap dan yang tidak.