Chicago Fire meraih kemenangan telak 3-1 atas DC United di Audi Field, Washington, Rabu malam (13/5/2026). Pertandingan yang berlangsung di regular season minggu ke-14 MLS ini menjadi pesta gol bagi tamu setelah sempat tertinggal pada babak pertama melalui gol Tai Baribo di menit 41.
Duel di kandang United dimulai dengan intensitas tinggi. DC United tampil lebih agresif pada 20 menit awal, sementara Chicago Fire mencoba mengatur permainan dengan penguasaan bola 40 persen. Pertahanan tuan rumah berhasil mengamankan gawang hingga menit 41, ketika Baribo mengoyak jala kiper Fire setelah menerima bola di area penalti. Gol itu memberikan keuntungan 1-0 bagi United menjelang istirahat pertama.

Babak kedua menjadi panggung berbeda. Chicago Fire turun dengan semangat membara dan langsung menciptakan teror di depan gawang United. Hanya 17 menit setelah peluit istirahat, Robin Lod menyamakan kedudukan di menit 62 setelah menerima umpan matang dari Philip Zinckernagel. Gol itu memicu perubahan momentum yang drastis.
Pertandingan mencapai titik balik saat memasuki menit 71. Zinckernagel mendapat kesempatan emas dari titik penalti, namun shootnya meleset dari sasaran. Namun, Fire tidak patah semangat. Hanya beberapa detik kemudian, Hugo Cuypers yang menjadi pemain terbaik malam itu menambah keunggulan menjadi 2-1 dengan memanfaatkan kekacauan di kotak penalti. Momentum berlanjut ketika Maren Haile-Selassie menjebol gawang United untuk ketiga kalinya di menit 87, menutup pertandingan dengan skor akhir 3-1.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Chicago Fire meskipun bermain tandang. Fire melepaskan 15 tembakan dengan 8 mengarah ke gawang, sementara United hanya mampu 13 tembakan dan 6 di antaranya on target. Penguasaan bola menjadi keunggulan United dengan 60 persen, tetapi Fire jauh lebih efisien dalam memanfaatkan peluang yang tercipta. United mencatat 8 corner kick dibanding 7 milik Fire, namun tidak mampu mengonversi peluang set piece tersebut menjadi gol.

Penampilan Cemerlang Cuypers dan Lod
Hugo Cuypers mencuri sorotan sebagai pemain terbaik pertandingan dengan rating 8.0. Striker Chicago Fire yang bermain penuh 93 menit itu mencatatkan 1 gol dari 2 tembakan, dengan 1 di antaranya on target. Kehadiran Cuypers di area penalti sangat berbahaya, terutama pada babak kedua ketika pertahanan United mulai goyah. Kontribusinya bukan hanya dari gol, tetapi juga positioning yang cerdas dalam memanfaatkan ruang yang dibuka oleh Zinckernagel dan Lod.
Robin Lod, meski hanya bertahan 63 menit sebelum digantikan, juga memberikan dampak signifikan dengan rating 7.5. Pemain berusia experience menunjukkan sentuhan teknis bagus dan finishing yang presisi saat membuka keseimbangan di menit 62. Sementara itu, Tai Baribo menjadi satu-satunya pemukul gol DC United dengan rating 7.9. Striker tuan rumah tampil aktif sebelum direlakan pada menit 64, namun ketaatan pertahanan Fire terhadap instruksi taktik membuat United kesulitan menciptakan peluang emas di babak lanjutan.
Chicago Fire melakukan serangkaian pergantian pemain sejak menit 62 untuk memperkuat penguasaan permainan. Perubahan tersebut terbukti efektif dalam membangun momentum yang menguntungkan. Dengan 60 persen penguasaan bola, DC United seharusnya mampu menciptakan lebih banyak peluang, namun ketajaman di depan gawang menjadi masalah utama. Pertahanan Fire yang ketat, meskipun mencatat 4 kartu kuning, berhasil menekan ambisi penyerang United untuk mencetak gol tambahan.
Hasil ini menempatkan Chicago Fire sebagai tim yang patut diperhitungkan di babak reguler musim 2026. Performa solid pada babak kedua dan efisiensi finishing menjadi kunci kemenangan besar di kandang rival. DC United, di sisi lain, harus melakukan intropeksi mendalam terkait kelemahan defensive line yang mudah ditembus, terutama setelah memasuki 45 menit kedua pertandingan.