Cremonese vs Lazio berakhir dengan drama penuh di Stadio Giovanni Zini, Senin (4/5/2026). Meski I Grigiorossi sempat unggul 1-0 berkat Federico Bonazzoli, Lazio bangkit untuk mengemenangkan pertandingan pekan 35 Serie A itu dengan skor 2-1. Gol dramatis Tijjani Noslin di menit kompensasi waktu tambahan menjadi pukulan telak bagi keselamatan Emil Audero dan skuad Davide Nicola yang semakin terdesak di kelompok degradasi.
Laga di Cremona ini bergulir dengan Cremonese menunjukkan intensitas tinggi sejak menit awal. Romano Floriani Mussolini menciptakan peluang berharga lewat sayap kanan dengan crossing-crossing berbahaya. Momentum itu membawa buah manis untuk tuan rumah pada menit 29. Bonazzoli menerima bola dari umpan lurus Floriani Mussolini dan dengan tenang menyelesaikan ke sudut bawah gawang Lazio, membuat keunggulan 1-0 untuk Cremonese yang memicu ledakan kegembiraan di tribun lokal.

Sempat bereaksi, Lazio mengalami kesulitan menembus pertahanan Cremonese yang solid di babak pertama. Provstgaard terkena kartu kuning di menit 40 setelah melakukan pelanggaran keras, sinyal bahwa intensitas mulai meningkat menjelang istirahat. Cremonese berhasil mempertahankan keunggulan saat turun ke lorong terowongan, dengan Emil Audero hanya perlu melakukan satu penyelamatan penting untuk mengamankan garis pertahanan mereka.
Semangat Lazio berubah drastis setelah interval. Maurizio Sarri melakukan double substitution pada menit 46, memasukkan Tijjani Noslin dan Nicolò Rovella menggantikan dua pemain yang dirasa kurang efektif di paruh pertama. Perubahan taktik itu langsung memberikan dampak positif. Menit 53, Gustav Isaksen menyamakan kedudukan 1-1 setelah menerima umpan terobosan dari Noslin. Gol Isaksen itu menggerakkan permainan sepenuhnya ke pihak Biancocelesti, yang kini tampil lebih menggebrak dengan penguasaan bola mencapai 71 persen dan menciptakan peluang demi peluang.
Cremonese terus melakukan penggantian untuk menjaga momentum, termasuk memasukkan Jamie Vardy pada menit 61 untuk mencari gol kedua. Namun, energi sudah lebih tersalur ke pertahanan defensif untuk menghadapi onslaught Lazio. Menit 68, Tommaso Barbieri masuk dan cukup agresif dengan mengumpulkan kartu kuning di menit 76. Pertandingan menjadi kian tegang dengan Lazio terus menekan sementara Cremonese mencari peluang kontra.

Babak kedua menjadi dominasi Lazio dengan serangkaian substitusi untuk mempertajam serangan. Fisayo Dele-Bashiru dimasukkan menit 71, diikuti Boulaye Dia pada menit 81. Taktik ofensif Sarri mulai menunjukkan hasil, meski Audero tetap solid. Lazio menciptakan 13 total tembakan dengan lima di sasaran, jauh lebih banyak dari Cremonese yang hanya mampu enam dari delapan upaya.
Ketegangan mencapai puncaknya di stoppage time. Menit 90+2, sebuah cross dari Boulaye Dia masuk ke area penalti Cremonese. Noslin, yang sebelumnya memberikan assist untuk gol Isaksen, kini menjadi pencetak gol dengan mengkonversi kesempatan emas itu menjadi 2-1 untuk Lazio. Audero tidak bisa berbuat apa-apa—gol menit akhir itu menghancurkan semua usaha Cremonese untuk meraih hasil positif dan secara dramatis mengubah trajectory pertandingan.
Federico Bonazzoli mendominasi statistik performa dengan rating 8.5 dari 10, mencetak satu gol dengan tiga kesempatan dalam 98 menit bermain. Meski begitu, Noslin (7.9) dengan satu gol dan satu assist dalam 53 menit di lapangan menunjukkan dampak substitusi Sarri yang tepat sasaran. Gustav Isaksen (7.7) juga memberikan kontribusi signifikan dengan golnya di menit 53 yang menjadi turningpoint pertandingan. Menurut Bola.net, penampilan heroik Audero tetap tidak cukup menyelamatkan harapan Cremonese untuk lolos dari zona degradasi.
Hasil ini membawa implikasi serius untuk klasemen. Lazio mengamankan tiga poin dan makin menjauh dari bahaya, sementara Cremonese tetap terancam degradasi dan harus cemas dengan sisa lima pertandingan musim ini. Seperti dilaporkan Detik Sport, kebobolan di menit akhir menjadi pukulan psikologis berat yang akan membayangi persiapan laga berikutnya. Cremonese kini harus bermain dengan nyali tinggi saat menjamu lawan-lawan top untuk merebut keselamatan di musim ini.