Roma – AS Roma menggebrak Lazio 2-0 di markas Stadio Olimpico dan naik ke zona Liga Champions pada pekan ke-37 Serie A. Gianluca Mancini menjadi bintang pertandingan dengan menorehkan dua gol dalam laga Derby della Capitale yang bergelora, mencatatkan sejarah bagi bek Italia tersebut. Kemenangan ini memberi napas segar bagi Giallorossi dalam perburuan tiket Eropa di pekan final kompetisi.
Menit-menit awal pertandingan menampilkan Roma yang lebih agresif di kandang. Dengan 81% penguasaan bola, tuan rumah menciptakan permainan yang solid sejak peluit pertama. Lazio, meski bermain tandang, tidak pasif sepenuhnya — skuad asuhan Maurizio Sarri mencoba membangun serangan cepat melalui sayap. Namun momentum berubah di menit 21 ketika Kenneth Taylor Lazio menerima kartu kuning untuk pelanggaran keras, sebuah indikasi bahwa pertandingan akan memanas.

Pertandingan benar-benar membara pada menit 40. Dari permainan membangun yang rapi, Niccolò Pisilli mencari Gianluca Mancini di kawasan penalti Lazio. Bek berusia 31 tahun itu tidak melewatkan kesempatan emas — dengan posisi sempurna, Mancini menjebol gawang Lazio dan membawa Roma unggul 1-0. Dua menit kemudian, suasana panas semakin meningkat. Mario Hermoso dan Matteo Cancellieri terlibat dalam argumen sengit dan sama-sama mendapat kartu kuning masing-masing pada menit 42. Drama di lapangan semakin mencuri perhatian ketika substitusi dimulai: Devyne Rensch masuk menggantikan pemain Roma di menit 37, diikuti Stephan El Shaarawy yang ambil tempat di babak kedua untuk memperkuat serangan.
Babak kedua dimulai dengan Roma yang masih dominan namun Lazio tetap mencari peluang. Pemain tamu menciptakan 16 tendangan total dengan tujuh terukur ke sasaran — angka yang menunjukkan usaha keras meskipun tertinggal. Namun pada menit 66, impian Lazio hancur berkeping-keping. Paulo Dybala, yang tampil cemerlang sepanjang pertandingan dengan rating 8.0, melepaskan umpan presisi ke Mancini. Striker terselubung itu menimang peluang kedua dan menambah keunggulan menjadi 2-0. Gol Mancini yang kedua ini mengukuhkan dominasi Roma dan memastikan poin tiga sepenuhnya milik Giallorossi.
Laga kemudian berubah menjadi perang fisik yang gawat. Pada menit 70, terjadi insiden kekerasan yang menghasilkan dua kartu merah sekaligus — Wesley dari Roma dan Nicolò Rovella dari Lazio sama-sama diusir lapangan. Momen ini mengubah dinamika permainan menjadi sepihak menguntungkan Roma meskipun juga kehilangan satu pemain. Lazio mencoba bangkit dengan substitusi ganda di menit 62 (Fisayo Dele-Bashiru dan Daniel Maldini masuk), diikuti upaya lain saat pertandingan semakin berlarut. Namun Roma berhasil mengelola pertandingan dengan bijak hingga peluit akhir berbunyi di menit 91.

Gianluca Mancini adalah tokoh utama kesuksesan Roma, tampil gemilang dengan rating 9.3 dan dua gol akurat dalam 83 menit bermain. Paulo Dybala, dengan satu assist dan rating 8.0, menjadi jembatan kreativitas yang memungkinkan Roma menjalankan permainan mengalir. Dari sisi Lazio, Toma Bašić berhasil bertahan hingga akhir pertandingan dengan rating 7.3, meskipun kehadiran defensifnya tidak mampu menahan ombak serangan Roma.
Kemenangan ini membawa implikasi besar bagi perburuan Liga Champions. AS Roma kini naik ke posisi yang menjanjikan di zona Eropa, menjauhkan diri dari ancaman zona non-Liga Champions. Sebaliknya, Lazio dipastikan absen dari pesta Eropa dan harus fokus pada persiapan musim depan. Sarri, seperti dilaporkan Inilah, telah mengisyaratkan kemungkinan meninggalkan klub karena manajemen tidak mendengarkan aspirasi taktisnya. Pekan final liga masih menunggu, dan Roma harus mempertahankan momentum ini untuk mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan.