Malang — Persebaya Surabaya menggebrak Stadion Kanjuruhan dengan performa cemerlang, menundukkan Arema FC 4-0 pada laga pekan ke-30 Liga 1 2025. Kemenangan besar ini menegaskan posisi Macan Putih sebagai salah satu tim paling menggila di paruh akhir musim, sementara Singo Edan kembali terpuruk setelah dua pertandingan sebelumnya meraih hasil positif di kandang.
Persebaya mulai mengontrol jalannya permainan sejak menit-menit awal, menekan pertahanan Arema dengan serangan cepat dan kombinasi lambung yang presisi. Fase pertama relatif aman bagi Arema, meski beberapa kali kedua belah pihak menerima kartu kuning — H. Yama untuk tim tuan rumah pada menit ke-38, diikuti T. Firmansyah dan R. Ardiansyah dari Persebaya di menit 40 dan 53.

Jalannya Pertandingan
Terobosan datang di menit ke-50 ketika Francisco Rivera menjebol gawang Arema dengan assist M. Perović, memberi Persebaya keunggulan 1-0. Momentum terus berpihak pada tamu, dan pada menit ke-76 terjadi drama: Bruno gagal mengeksekusi penalti untuk Persebaya, namun Jefferson berhasil memanfaatkan bola lepas dan menambah skor menjadi 2-0 di menit yang sama.
Substitusi masif Persebaya di menit ke-60 — mengganti R. Ardiansyah, T. Firmansyah, dan M. Perović — justru meningkatkan intensitas serangan mereka. Arema, sebaliknya, terlihat kehilangan arah dan kesulitan membangun peluang berarti. Ketika Arema merespons dengan triple substitusi di menit ke-77, sudah terlambat untuk mengubah alur pertandingan.
Francisco Rivera kembali menambah keunggulan dengan gol kedua dari assist M. Tata pada menit ke-82, menjadikan skor 3-0. Tiga menit kemudian, M. Tata sendiri menutup perayaan kemenangan dengan gol ke-4, mengubah scoreline menjadi 4-0 yang final. Perpanjangan waktu hanya saksi Persebaya mengkonsolidasikan dominasi mereka.

Kemenangan ini membawa Persebaya makin dekat dengan jalur kompetisi internasional, sementara Arema tetap terperangkap di posisi menengah dengan tiga pertandingan tersisa musim ini. Catatan h2h antara kedua klub sangat berpihak pada Persebaya — sebelum laga ini, Macan Putih unggul 6 kemenangan lawan 0 kemenangan Singo Edan dalam sembilan pertemuan terakhir, dengan tiga hasil imbang. Kali ini, Persebaya membuktikan superioritas mereka dengan menampilkan permainan yang jauh lebih matang dan eksplosif di fase kedua.
Performa gemilang Persebaya di tiga pertandingan terbaru — kemenangan 4-0 lawan PSBS Biak, 2-0 atas Malut United, dan sekarang 4-0 menggebrak Arema — menunjukkan skuad anak asuh pelatih telah menemukan konsistensi dan kepercayaan diri yang diperlukan untuk mengejar target musim. Sebaliknya, kekalahan ini akan memicu evaluasi mendalam di Arema, terlebih mengingat performa inkonsisten mereka dengan catatan satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan dalam lima laga terakhir.