Vitoria-Gasteiz – Barcelona mengalami pukulan telak di penghujung musim La Liga 2025 setelah tumbang 0-1 di kandang Alaves di Estadio Mendizorroza pada Rabu malam (13 Mei 2026). Kekalahan ini datang hanya beberapa hari setelah Blaugrana secara resmi mengunci gelar juara dengan akumulasi poin yang mengesankan, namun kali ini taktik rotasi besar-besaran Hansi Flick justru berbuah marah.
Pertandingan berlangsung dalam atmosfer yang penuh tekanan. Barcelona hadir sebagai juara yang sudah mantap di puncak klasemen, sedangkan Alaves masih berjuang melepaskan diri dari zona degradasi. Dari statistik penguasaan bola, tim tamu mendominasi dengan 66 persen, tetapi angka itu tidak mampu diterjemahkan menjadi gol. Alaves bahkan mempertahankan permainan yang solid dan disiplin defensif, mencuri kesempatan emas di saat yang tepat.

Flick memilih melakukan rotasi ekstensif, dengan delapan pemain yang diganti sepanjang laga. Perubahan itu dimulai sejak babak kedua—menit ke-62, tiga pemain Barcelona sekaligus turun: Xavi Espart, Ferran Torres, dan Pedri dipanggil keluar digantikan pemain cadangan. Strategi istirahat ini merupakan bentuk manajemen beban sebelum musim berakhir, namun hasilnya malah melemahkan ritme permainan. Lini tengah Blaugrana kehilangan kontrol, dan Alaves dengan Jon Guridi dan Nahuel Tenaglia di barisan belakang mampu mengatur tempo sesuai keinginan mereka.
Menit ke-46, Marcus Rashford (pemain Barcelona yang sedang on-loan atau dalam periode adaptasi) menerima kartu kuning karena melakukan pelanggaran taktis. Insiden itu menandai ketegangan yang mulai terasa dalam pertandingan. Barcelona terus menciptakan peluang—delapan tembakan dalam laga ini—namun penyelesaiannya lemah. Tidak ada gol yang tercipta, dan Alaves justru memanfaatkan ketidakpastian itu. Dari enam sudut yang diambil, tuan rumah mampu mengorganisir tekanan yang konsisten di area penalti Barcelona.
Jules Koundé terpilih sebagai pemain terbaik Barcelona dengan rating 7,3 meski pada akhirnya kalah bersama timnya. Bek Perancis itu tampil solid bertahan selama 90 menit penuh dan berhasil menekan banyak serangan Alaves, tetapi upaya individu semata tidak cukup mengubah hasil keseluruhan. Dari pihak Alaves, Nahuel Tenaglia dan Jon Guridi sama-sama mencatat rating 7,3—membuktikan pertahanan tuan rumah bekerja dengan efektif. Tenaglia bahkan melakukan satu tembakan on-goal yang berhasil ditangani dengan baik.

Substitusi berlanjut di babak kedua. Menit ke-79, João Cancelo masuk menggantikan Alejandro Balde, mencoba menambah serangan dari sayap kiri. Namun strategi itu juga tidak membuahkan hasil. Bahkan Cancelo sendiri menerima kartu kuning di menit ke-89 atas pelanggaran keras, menambah daftar disiplin Barcelona yang semakin memburuk.
Kekalahan ini menjadi catatan tersendiri bagi Barcelona di musim penuh kesuksesan mereka. Meskipun secara keseluruhan telah mengumpulkan poin berlimpah dan mengunci gelar juara dengan margin yang nyaman, laga kontra Alaves menunjukkan bahwa Blaugrana belum mencapai level konsistensi sempurna di setiap pertandingan. Alaves, di sisi lain, meraih tiga poin berharga dalam perjuangan mereka keluar dari bahaya degradasi. Dengan dua laga tersisa, setiap poin menjadi emas bagi tim tuan rumah yang terus berdoa agar bisa mempertahankan status di La Liga musim depan.