Milano — Mimpi AC Milan untuk kembali ke Liga Champions pupus dalam drama yang menyakitkan. Di Stadio Giuseppe Meazza, Rossoneri terpaksa menerima kekalahan 1-2 dari Cagliari pada pekan terakhir Serie A 2025/26, Minggu (24/5) malam waktu setempat. Gol cepat Alexis Saelemaekers di menit ke-2 tidak cukup menyelamatkan skuad asuhan Massimiliano Allegri dari kegagalan menembus empat besar klasemen.
Laga di San Siro dimulai dengan momentum sempurna bagi tuan rumah. Hanya dua menit berjalan, Saelemaekers membuka tabungan dengan menyambut umpan matang dari Santiago Gimenez, menjebol gawang Cagliari dengan tepat. Keunggulan itu seharusnya memberi kepercayaan diri kepada Milan, namun realitas berkata lain. Cagliari tidak patah semangat. Di menit ke-20, Gennaro Borrelli menyamakan kedudukan setelah menerima crossing akurat dari Yerry Mina, membuat pertandingan kembali seimbang.

Babak kedua menjadi tempat ambisi Cagliari bangkit. Setelah perpanjangan waktu istirahat, Rossoneri sempat mengatur ritme permainan melalui sejumlah penggantian pemain. Namun, strategi rotasi tidak memberikan hasil signifikan. Pukulan telak datang di menit ke-57 ketika Juan Rodríguez menambah keunggulan Cagliari menjadi 1-2. Momentum berubah total. Meski Milan terus mencari celah dengan melibatkan pemain offensif seperti Rafael Leão (menit 68) dan Luka Modrić, upaya mereka kandas di hadapan pertahanan Cagliari yang bertahan dengan disiplin tinggi.
Penguasaan bola Milan mencapai 65 persen dengan 16 tembakan total, namun hanya 3 menembus gawang. Sebaliknya, Cagliari yang lebih hemat dalam serangan (25 tembakan, 10 tepat sasaran) justru membawa pulang tiga poin berharga. Tiga kartu kuning terima Milan—Strahinja Pavlović (menit 56), Mike Maignan (menit 58), dan yang terakhir pada babak lanjutan—mencerminkan frustrasi yang memuncak di saat-saat kritis. Suasana di San Siro berubah dari optimistis menjadi penuh penyesalan ketika peluit akhir berbunyi.
Kiper Milan, Mike Maignan, menonjol sebagai pemain terbaik di lapangan dengan rating 9,7 meski tiga kali kemasukan. Pertahanannnya dalam detik-detik akhir berhasil mencegah kekalahan lebih besar. Di sisi lawan, Gennaro Borrelli (rating 8,3) mencuri perhatian dengan satu gol dan empat tembakan on-target yang presisi dari 74 menit bermain. Performa Saelemaekers (rating 7,9) tetap solid di pertahanan dan serangan, walau gol bukanya tidak cukup menyelamatkan.

Kekalahan di rumah ini membawa konsekuensi drastis. AC Milan resmi gagal meraih tiket Liga Champions, sementara Como menciptakan kejutan dengan lolos ke kompetisi tertinggi Eropa. Kabar lebih buruk menyusul: Massimiliano Allegri dan tiga direktur klub mendapat percepatan pemecatan. Transisi kepemimpinan menanti Milan jelang musim depan, menutup chapter penuh ketegangan di pekan paling krusial Serie A 2025/26.